Kusuo Kobayashi, Yakuza Jepang Sekaligus Bodyguard Soekarno yang Kenalkan pada Ratna Sari Dewi
Apalagi saat itu muncul desas-desus, yang mengatakan bahwa Soekarno akan dibunuh di Jepang.
Kobayashi membawa 20 anggota Yakuza untuk mengawal Presiden Soekarno selama delapan hari di Jepang.
Hasilnya pun berlangsung aman dan saat itu Si Bung juga mendapat hiburan dari berbagai wanita-wanita cantik.
Itulah sedikit kisah Bung Karno saat mengunjungi Jepang dan dikawal oleh gangster ternama di Jepang, Yakuza.
(Artikel ini pernah tayang di majalah Intisari edisi khusus 70 kisah Soekarno)
Baca: Ramalan Bencana Air di Jawa & Kalimantan, Peta Wilayah Indonesia Rawan Tsunami, Wilayah Ini Waspada!
Baca: Kado Special Dul Jaelani untuk Maia Estianty di Hari Ibu (22/12), Reaksi Irwan Mussry Macho Banget

Kusuo Kobayashi Yakuza Jepang Sekalgus Bodyguard Soekarno, Kenalkan ke Ratna Sari Dewi 'Sang Cinta terakhir' Bung Karno
Perkenalan Presiden Soekarno dengan Ratna Sari Dewi Soekarno atau Naoto Nemoto tidak lepas dari bodyguard dari kalangan mafia Jepang (yakuza) yang dipimpin Kusuo Kobayashi (1930-meninggal 11 Januari 1990).
"Kobayashi orang terpenting yang menjaga Bung Karno saat ke Tokyo 1958 kapasitas pribadi dan membantu mempertemuan dengan Naoto Nemoto (Dewi)," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (13/7/2018).

Kobayashi lulusan SMA Teikyo adalah mantan Kepala Sumiyoshikai, Kepala Kobayashikai, Pendiri dan Shonensha kelompok kanan yang cukup disegani di Jepang.
Kelompok ini didirikan 13 Oktober 1961 di Yukigawa Otaku Tokyo lalu pindah ke Ginza 7-2-2 Chuoku Tokyo.
Di bidang bisnis, dia adalah Direktur Utama Dai Nihon Kogyo, perusahaan konstruksi Jepang.
Kobayashi juga bekerjasama dengan Ryuzo Sejima dari Itochu Corporation untuk ikut menjamu Bung Karno saat di Tokyo kala itu.
Baca: Setelah Foto Buku Nikah, Video Pernikahan Aura Kasih & Eryck Amaral Beredar Fotonya Sedang Diedit
Baca: Kisah Evakuasi Korban Tsunami -Terjebak Reruntuhan hingga Terapung di Laut, Ratusan Orang Hilang
Kelompok Kobayashi yang juga salah satu tiang utama kelompok Sumiyoshikai, kelompok yakuza terbesar kedua Jepang saat itu bekerjasama dengan Yoshio Kodama, sang broker hitam (kuromaku) yang berasal dari Yamaguchigumi.
Akhir Januari 1958, kedatangan Soekarno ke Tokyo dalam kapasitas pribadi untuk bertemu sang wanita muda cantik idamannya, Ratna Sari Dewi, yang bekerja sebagai hostes di Ginza dan diperkenalkan oleh Masaya Kirishima (saat ini tinggal di Jakarta serta pemegang saham besar sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan).
Konsul Jenderal Indonesia di Tokyo, Iskandar Ishak meminta perlindungan Soekarno kepada Kodama yang akhirnya Kodama meminta bantuan kepada Kobayashi yang mengerahkan 20 PG (Polisi Ginza), pasukan yakuza khususnya dari kelompok Kobayashi-kai.
"Bisa dibayangkan saat itu mereka membawa senjata api dan polisi sekitar Ginza juga tahu tetapi pura-pura tidak tahu karena tahu keberadaan PG yang menjaga Presiden Indonesia," ungkap sumber Tribunnews.com.
Baca: Pisau Kukri Senjata Pamungkas Tentara Gurkha Saat Duel dengan Musuh, Ini Asal-Usulnya
Baca: Cerita Paspampres Soeharto, Lampu Hijau yang Tidak Pernah Merah. Lalu Soeharto Mengendus Keanehan