Lima Pendiri PAN Kritik dan Buat Surat Terbuka untuk Amien Rais karena Soeharto dan Prabowo-Sandi

Amien Rais Dikritik oleh 5 pendiri PAN dan buat surat terbuka karena mendukung Prabowo-sandi dalam pilpres 2019 mendatang.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
TRIBUN BATAM /ARGIANTO DA NUGROHO
Amien Rais 

Kemudian, PAN adalah partai berazaskan Pancasila dengan landasan kemanusiaan dan agama. Selain itu, PAN adalah partai modern yang bersih dari noda orde baru.

Selain itu, lima pendiri PAN mengingatkan PAN adalah partai terbuka dan inklusif yang memelihara kemajemukan banga.

Terakhir, PAN setuju setiap warga negara punya kedudukan sama di hadapan hukum dan tidak membedakan mayoritas dan minoritas.

Baca: Pelaku Oknum Anggota TNI Penembak Letkol Dono Terancam Dipecat dan Nginap di Hotel Prodeo 15 Tahun

Baca: Ini Pengakuan Mantan KPPS, Soal Penyalahgunaan Surat Undangan Pemilihan Legislatif dan Presiden

Baca: Terdengar 4 Kali Tembakan, Letkol TNI Dono Tewas di Mobilnya, Anggota TNI Serda JR Langsung Ditahan

"Dengan menggunakan kacamata prinsip-prinsip PAN tersebut, kami mendapatkan kesan kuat bahwa saudara Amien Rais sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan itu," kata mereka.

Para pendiri PAN tersebut awalnya akan menyampaikan pandangan mereka melalui konferensi pers di kawasan Menteng. Namun mereka batal hadir dan menggantinya dengan menyebarkan surat terbuka kepada media.

  • Profil pendiri PAN

Baik Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin sudah beberapa kali mengkritik partai yang mereka dirikan itu.

Abdillah Toha misalnya pernah mengkritik Hatta Rajasa yang pada Pilpres 2014 lebih percaya pada survei abal-abal yang menyebut pasangan Prabowo-Hatta menang pemilu. Toha sempat membuat surat terbuka terkait hal tersebut.

Sementara itu, Albert Hasibuan merupakan salah satu aktivis reformasi yang bersama Amien Rais tergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (Mara).

Mara merupakan salah satu organ gerakan reformasi yang turut menumbangkan Presiden Soeharto dari tampuk kepemimpinan selama 32 tahun.

Baca: Tak ada Perayaan Malam Pergantian Tahun, Pemkab Merangin Gelar Tabligh Akbar

Baca: Video Detik-detik Konser Sheila On 7 Dihentikan Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya

Setelah Soeharto lengser, sejumlah aktivis dari Mara di antaranya Amien Rais, Faisal Basri, dan Albert Hasibuan melanjutkan perjuangan politiknya ke ranah praktis dengan mendirikan PAN.

Sementara itu, Goenawan Mohamad resmi mundur dari PAN setelah partai tersebut mendukung Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014.

FOLLOW KAMI DI INSTAGRAM:

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved