Breaking News:

Sejarah dan Makna dari Pohon Natal Gunakan Cemara yang Dihias, Hidup Kekal dan Penuh Berkah

Memasuki bulan ke-12 di tahun ini, nggak hanya perayaan tahun baru aja yang dinanti-nantikan. Ada perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember.

Penulis: Leonardus Yoga Wijanarko | Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
TRIBUN JAMBI/ALDINO
22122016_pohon natal2 

Karena penggunaan pohon cemara merupakan tradisi Eropa, ekspresi sukacita yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi itu berbeda-beda di setiap negara. 

Indonesia dan Filipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tetapi yang penting berbentuk cemara.

Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.

Selain itu dilansir dari Chatolic.com konon, kisah tentang pohon Natal diperkenalkan oleh St. Bonifasius, yang memiliki nama asli Winfrid. Di masa mudanya, Winfrid memiliki ketertarikan untuk bergabung dengan biara Benediktin, meskipun tak mendapat dukungan penuh dari orangtuanya.

Winfrid dikenal sebagai pribadi yang saleh dan suci. Dibalik ketaatannya, ia mempunyai mimpi untuk menjadi seorang misionaris ke Jerman.

Pada tahun 716, dirinya mendengar kabar bahwa Paus Gregorius II (715-731) akan mengirim beberapa misionaris ke Jerman. Ia akhirnya memutuskan ke Roma untuk bergabung sebagai misionaris.

Kedatangan Winfrid disambut baik oleh paus Gregorius II saat itu. Paus sangat senang dengan keputusan Winfrid untuk turut mewartakan kabar gembira kepada banyak orang. Winfrid kemudian ditugaskan paus Gregorius sebagai pengkotbah injil di wilayah Thuringia, Bavaria, Franconia, dan Hesse.

Dalam menjalankan misinya di Jerman, ia dikenal melalui pribadinya yang ramah namun sangat tegas. Segala usaha Ia lakukan hanya untuk mewartakan kabar gembira tentang Yesus Kristus kepada masyarakat setempat.

Baca: Jadwal Misa Natal dan Tahun Baru 2019 Paus Fransiskus di Vatikan, Mulai 24 Desember - 6 Januari 2019

Baca: Sejarah Hari Ibu di Indonesia, Ini Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu 2018

Berkat kerja kerasnya, Winfrid dengan mudah diterima oleh masyarakat dan pemimpin suku di Hesse (Jerman Tengah). Kabar bahagia ini tersiar hingga Roma.

Tanpa ragu, paus Gregorius II kemudian mengangkat Winfrid sebagai Uskup Agung untuk seluruh daerah Jerman Timur. Sebagai pengakuan atas komisi misionaris istimewanya, paus pun kemudian mengubah nama Winfrid menjadi Bonifasius.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved