Tak Sadar Sedang 'Dikeker' TNI, Kisah Petinggi OPM, kelly Kwalik yang Harus Bertempur dengan Yon 330

Tak Sadar Sedang 'Dikeker' TNI, Kisah Petinggi OPM, kelly Kwalik yang Harus Bertempur dengan Yon 330

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Jejak Tapak
Ilustrasi Yon 330 

Tak Sadar Sedang 'Dikeker' TNI, Kisah Petinggi OPM, kelly Kwalik yang Harus Bertempur dengan Yon 330

TRIBUNJAMBI.COM - Nama Kelly Kwalik, sebelumnya sudah duluan membuat Indonesia gaduh dan daerah Bumi Cendrawasih didatangi pasukan gabungan TNI-Polri.

Ya Kelly Kwalik merupakan petinggi dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang cukup disegani di Papua, sebelum nama Egianus Kogoya yang saat ini jadi perbincangan.

Kelly Kwalik, pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas diterjang peluru aparat kepolisian di persembunyiannya di Timika tahun 2009 silam.

Semasa hidupnya, Kelly Kwalik dikenal kombatan OPM paling brutal.

Baca Juga:

Inilah Sosok PU Panglima Tinggi KKB yang Sadis, Pangkatnya Lebih Tinggi dari Egianus Kogeya

Orang Berpengaruh di Papua Ini Sebut Egianus Kogeya Tak Dikenal, Ungkap Tujuan Sebenarnya Aksi KKB

Ternyata Senjata KKB Papua Penuhi Standar NATO, Inilah 4 Jenis & Spesifikasi Perangkat Perang TPNPB

Peristiwa yang 'melambungkan' nama Kelly Kwalik menjadi buronan aparat keamanan Indonesia ialah saat menculik anggota tim ekspedisi penelitian flora-fauna Lorentz 95.

Ekspedisi Lorentz berjumlah 11 orang ini terdiri dari WN Inggris, Daniel Start (22), William "Bill" Oates (23), Annette van der Kolk (22), dan Anna Mclvor (21).

Anggota tim dari Indonesia terdiri dari Navy Panekanan (28), Matheis Y.Lasamalu (30), Jualita Tanasale (30), Adinda Arimbis Saraswati (25).

Mereka juga dibantu oleh antropolog Markus Warip (36) dari Universitas Cendrawasih dan Abraham Wanggai (36) dari Balai Konservasi Sumber Daya ALam (BKSDA) Kantor Wilayah Kehutanan Irian Jaya.

Kepala suku Nduga, Jacobus Wandika juga turut serta dalam ekspedisi ini.

Tim Lorentz
Tim Lorentz (Intisari)

8 Januari 1996, ekspedisi ini hampir selesai ketika urusan tambah runyam tatkala tim ekspedisi Lorentz diculik oleh OPM pimpinan Kelly Kwalik.

Sejak saat itu sorotan media internasional diarahkan kepada peristiwa ini.

Jakarta menanggapi keras atas penculikan tim Lorentz.

Kopassus Grup-5 Antiteror yang saat itu dipimpin Prabowo Subianto segera dipersiapkan.

Pemerintah amat serius membebaskan sandera lantaran negosiasi cara halus tak membuahkan hasil.

Prabowo Subianto saat Menjabat Sebagai Danjen Kopassus
Prabowo Subianto saat Menjabat Sebagai Danjen Kopassus (rmoulsumsel.com)

Kelly Kwalik menuntut kemerdekaan Papua baru sandera dibebaskan.

Dikutip dari Angkasa : Indonesian Special Forces, Kelly Kwalik tak mau mengubah tuntutannya itu.

"Saya minta ubi harus dapat ubi, bukan minta ubi dikasih ketela !," tutur Kelly Kwalik seraya mengibaratkan kemerdekaan Papua mutlak tak boleh ditawar Indonesia.

Ngeyel dengan tuntutannya, TNI langsung menarik Satgas Rajawali Yonif Linud 330 pimpinan Kapten Inf Agus Rochim yang bertugas di Timor-Timur ke Mapenduma, Papua pada 7 Mei 1996.

OPM Kelly Kwalik tak tahu siapa Yonif Linud 330 yang bakal mereka hadapi ini.

Yon 330 dapat embel-embel Rajawali lantaran sudah mendapat pelatihan layaknya pasukan khusus.

Baca Juga:

Harga Tiket Pesawat Jakarta - Bali Cuma Rp 249 Ribu, Promo Sriwijaya Travel Fair di Kemayoran

Disaksikan Warga, Perempuan Ini Akhirnya Digelandang ke Kantor Polisi

Susunan Tim Terbaik Liga 1 2018, Penyerang Dari Persib Bandung, Gelandang Persija

Tujuan pelatihan itu tak lain ialah memburu Si Krebo Hutan Fretilin di Timor-Timur.

Lengkaplah sudah Yon 330 ini, sudah terlatih baik juga kenyang pengalaman tempur di Timor-Timur.

Usai tiba, Yon 330 melakukan persiapan dan koordinasi sebelum akhirnya mulai bergerak ke Daerah Persiapan (DP) di Kenyam.

Yonif Linud 330 Kostrad Youtube/Pararaider 330 Tridharma
Yonif Linud 330 Kostrad Youtube/Pararaider 330 Tridharma

Kompi dibagi dalam beberapa tim kecil.

Secara berangsur masing-masing tim dikirim ke daerah operasi.

Tim Pendawa I yang beranggotakan 25 orang mendapat giliran masuk tanggal 13 Mei 1996.

Pendawa I inilah yang bertugas menjadi 'Ring I' dalam pengejaran Kelly Kwalik.

Tim ini juga dipimpin oleh Kapten Agus Rochim.

Mereka berjalan menyusuri sungai Kilmik.

Baca Juga:

Susunan Tim Terbaik Liga 1 2018, Penyerang Dari Persib Bandung, Gelandang Persija

Kasus Pajero, Kejari Enggan Sebut Keterlibatan Tersangka, Kuasa Hukum Bilang Peran Isnedi Kecil

Dulu Sebulan Bisa Dapat Rp 8 Juta, Sekarang Segini Pendapatan Driver Ojek Online Ojol

Berhari-hari Pendawa I melacak keberadaan sandera.

Pendawa I rupanya sudah berhasil mengendus keberadaan Kelly Kwalik beserta sandera setelah menemui bungkus permen dan pembalut wanita.

Mereka yakin keberadaan sasaran sudah dekat dan benar saja hal itu.

Yonif Linud 330 Kostrad Youtube/Pararaider 330 Tridharma
Yonif Linud 330 Kostrad Youtube/Pararaider 330 Tridharma 

Pendawa I kemudian menguntit diam-diam, berhari-hari keberadaan Kelly Kwalik tanpa ia sadari sama sekali.

Hal ini dilakukan karena belum adanya 'lampu hijau' bagi tim untuk menyergap Kelly Kwalik.

Pada tanggal 15 Mei 1996, Pendawa I mendapati samar-samar suara orang yang tak lain itu adalah Adinda Saraswati, salah satu anggota tim peneliti.

Seperti dikutip dari Adinda : 130 Hari terperangkap di Mapenduma, setelah melihat ada tentara, ia segera berlari menghampiri para prajurit TNI untuk diselamatkan

Sedangkan sandera yang lain mendapat perintah dari kelompok OPM Kelly Kwalik untuk turun dari tebing menuju sungai.

Baca Juga:

7 Anak Beranak Ini Tewas Terpanggang Api yang Melalap Rumah, Tetangga Tak Kuat Tahan Tangis

Kabar Gembira, 31 Tenaga Bidan di Muarojambi, Diangkat Jadi CPNS

KPK Bongkar Dugaan Proyek Fiktif, Dua Pegawai Waskita Diduga Kantongi Uang Korupsi Rp 186 miliar

Namun sejurus kemudian terdengar deru helikopter milik TNI.

OPM panik bukan kepalang mendengar deru helikopter TNI, mereka kemudian bertindak beringas membunuh dua sandera, yakni : Navy Panekanan dan Matheis Y.Lasamalu.

Sisa sandera sembari berteriak histeris melihat pembunuhan itu kemudian berusaha melarikan diri ketika mengetahui TNI menyerbu Kelly Kwalik cs.

Untung sisa sandera berhasil diamankan oleh Yon 330.

Namun OPM bersikeras merebut kembali sandera, mereka menembaki Yon 330.

Maka terjadilah pertempuran sengit antara Yon 330 vs OPM Kelly Kwalik.

Semalam Yon 330 bertahan dari serbuan OPM hingga pada 16 Mei 1996 tim tambahan dari Kopassus datang membantu mereka dan sandera baik yang masih hidup atau meninggal berhasil dievakuasi.

Baca Juga:

5 Tempat Wisata di Jambi Ini Bisa Jadi Referensi Liburan Akhir Tahun

Ungkap Pemuda Free Man Pembantai di Nduga Ingin Berkuasa di Papua, Wawancara Khusus (1)

Wakil DPRD Merangin Ditahan, Ini Kasus yang Menjeratnya

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON JUGA VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI JUGA FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved