Ustaz Abdul Somad Ingatkan Milenials yang Sebaiknya Dilakukan Menyambut Tahun Baru 2019

Ustaz Abdul Somad mengingatkan lebih baik mengisi malam tahun baru dengan ikut acara zikir.

Editor: hendri dede
Tribun Jambi/Darwin Sijabat
Ustaz Abdul Somad, saat Tablig Akbar dan Doa Keselamatan Bangsa di Lapangan Bakti Karya, Kuala Tungkal, Jumat (12/10). 

Pesan Ustadz Abdul Somad Soal Perayaan Malam Tahun Baru 2019. Ingatkan Generasi Muda Tak Lakukan Ini

TRIBUNJAMBI.COM - Kalangan milenials mendapat nasihat dari Ustaz Abdul Somad tentang apa yang dilakukan saat menyambut tahun baru 2019.

Ustaz Abdul Somad mengingatkan generasi muda muslim agar tidak ikut-ikutan merayakan malam Tahun Baru 2019 dengan berhura-hura seperti keluyuran naik sepeda motor bermai-ramai, apalagi sampai mabuk-mabukan.

Dalam postingan yang menggunakan bahasa Minang itu, Abdul Somad mengingatkan lebih baik mengisi malam tahun baru dengan ikut acara zikir atau jika tidak ada, lebih baik tidur.

"Malam Tahun Baru 2019, No Bonceng, No Bencong dan No Mabuk. Jangan Melalak, Ada Zikir Ikut, Tak Ada, Tidur," demikian pesan bertandatangan Ustadz Abdul Somad yang diposting di istagram @ustadzabdulsomad sehari yang lalu.

Baca: Dua Siswa SMA Terseret Arus Sungai, Satu Berhasil Diselamatkan Satu Masih dalam Pencarian

Baca: Samsung Dikabarkan akan Rilis Galaxy S10 Plus Jaringan 5G, Ini Keunggulan dan Prediksi Harganya

Baca: Bukan Sekedar Game, PUB Mobile Kini Jadi Trend untuk Prewedding Pernikahan, Begini Penampakannya

Baca: Mahkota Miss Universe 2018 Diraih Catriona Gray dari Filipina, Sonia Fergina Masuk Top 20

Dalam postingannya tersebut Ustadz Abdul Somad juga menyertakan tagar #SelamatkanGenerasiMuslim, serta menyertakan petikan hadist "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka" (HR.Abu Daud. Hasan)

Sejak diposting sehari yang lalu, pesan Ustadz Abdul Somad ini mendapat like sebanyak 317.382 dan dikomenteri puluhan warganet.

Kiat Ustadz Abdul Somad di Tahun Politik

Penceramah kondang, Ustadz Abdul Somad memberikan kiat untuk memilih dalam Pemilu (Pemilihan Umum) khusunya pada Pilpres 2019 saat diwawancara Pemimpin Redaksi TV One Karni Ilyas, Jumat (7/12/2018).

Baca: Kunjungan Kerja ke Muara Enim, Wakil Wali Kota Jambi Maulana Pelajari IPAL Komunal dan Potensi CSR

Baca: Liverpool Makin Kokoh di Puncak Klasemen Liga Inggris Pekan ke 17, Man United Posisi 6

Baca: Masa Kecil Catriona Gray Pemenang Miss Universe 2018, Ternyata Sabuk Hitam Martial Arts

Baca: BREAKING NEWS 2 Siswa SMA Terseret Arus Sungai saat Banjir, 1 Orang Bisa Diselamatkan

Saat itu, Karni Ilyas meminta pendapat Abdul Somad terkait kondisi bangsa terkini.
Menurut Abdul Somad, di masa peralihan kekuasaan atau pemilu, hampir semua aspek kehidupan selalu dikaitkan dengan hal-hal politik.

Mulai dari aspek sosial, ekonomi bahkan aspek agama.

Menurutnya hal tersebut adalah hal yang biasa, apalagi dengan perbedaan pilihan.
Baginya itu sangat lazim terjadi.

Namun Abdul Somad tidak membenarkan ketika ada pihak yang menyalahkan pilihan pihak lainnya.

"Bertepatan dengan tahun politik, bagaimana menurut ustadz melihat situasi yang ada sekarang ini?," tanya Karni Ilyas.

"Saya kira di negara manapun kita tinggal bahwa yang namanya peralihan kekuasan akan selalu memberikan akses terhadap semua lini kehidupan," jawab Abdul Somad.

"Sosial, politik, agama, ekonomi, termasuk juga dalam kajian keagamaan."
"Sehingga selalu dikaitkan dengan politik."
"Selalu saya katakan bahwa berbeda pilihan adalah hal biasa."

"Tapi ketika kita menyalahkan orang yang berijtihad dengan pilihannya, di situ kita mengalami kekacauan pemikiran," kata Abdul Somad.

Lebih lanjut, Abdul Somad menegaskan pentingnya berpikir lurus atau cerdas.
Juga menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan.

"Mata boleh jadi berdusta karena tidak bisa melihat kayu yang bengkok di tepi sungai," kata Abdul Somad.

"Kelihatannya bengkok padahal dia lurus."
"Oleh sebab itu maka kita mesti cerdas, dalam hal ini gunakan telinga, mata dengan baik."

Baca: Fachrori Umar Dampingi Presiden Joko Widodo Beri Arahan untuk 3.316 Prajurit TNI

Baca: Daftar 12 Pejabat Negara yang Dicabut Hak Politiknya, Zumi Zola Masuk di Urutan Terakhir

"Maka InsyaAllah, Allah akan memberikan kita pilihan terbaik."
"Tidak perlu takut, tidak perlu cemas, karena kita bukan negara yang baru."

"Sebelum ada republik Indonesia, kami dari pulau Sumatera, khusunya Riau, 1723 kami sudah punya Kerajaan Siak Sri Inderapura."
"Di atas kami Aceh ada yang lebih tua lagi."

"Sahabat-sahabat kita di Kalimantan, di Papua."
"Maka jangan sampai kepentingan sesaat 5 tahun ini merusak kebersaman kita," ungkapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/elpianur achmad)

Baca: BREAKING NEWS 2 Siswa SMA Terseret Arus Sungai saat Banjir, 1 Orang Bisa Diselamatkan

Baca: Dua Siswa SMA Terseret Arus Sungai, Satu Berhasil Diselamatkan Satu Masih dalam Pencarian

Baca: Jalan Pintas ke Kantor Walikota Jambi, Tergenang Air, Banyak Pengendara Putar Arah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved