Warga Muarsabak Timur Resah, Desak Polisi Tuntaskan Kasus Pelecehan RS

Masyarakat di Muarasabak Timur, berharap pihak kepolisian segera menuntaskan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami RS.

net
ilustrasi 

Dalam laporanya, ia mengaku mendapatkan perlakuan tak senonoh dari ayah kandung sejak tahun 2015 silam, setelah ibu kandungnya meninggal dunia.

Selain itu, dirinya juga mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dan kerap diancam akan dibunuh, jika ia tidak melayani nafsu bejat sang ayah.

"Tengok lah badan aku sampai kurus kaya gini dulu dak kaya gini, ayah aku tu minta gitu terus, kalau tidak dilayani saya dipukulnya sampai balu-balu. Tapi sekarang saya tak mau lagi, karena saya tau itu dak boleh," katanya.

Sebelumnya, ia mengaku sudah pernah melaporkan apa yang dialaminya ini ke pihak kepolisian, namun tidak diperoses, karena ia dianggap mengalami gangguan jiwa.

Bahkan menururutnya, ayah kandungnya sendiri sering menyampaikan kepada orang-orang agar tidak mempercayai apa yang disampaikan oleh RS, karena ia diaggap tidak waras.

Kepala Dinsos Tanjabtim, M. Ridwan, mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan hukum terhadap korban sampai masalah ini tuntas dan terang benderang.

"Kita kan ada unit penanganan tindak kekerasan perempuan dan anak. Kalau dari perhitungan kita ini masuk dalam kekerasan terhadap perempuan," ucap Ridwan yang turut mendampingi korban melapor ke Mapolres Tanjabtim.

Baca: Video: Prabowo Kembali Sentil Oknum Wartawan, Kali Ini Sambil Berjoget

Baca: Penghapusan Pungut Ekspor CPO Dongkrak Harga Sawit Naik, Daftar Harga Sawit Jambi Minggu Ini

Baca: Bank BNI Angso Duo Pindah ke Selincah, Senin Mulai Buka Layanan

"Kami berusaha untuk memberikan pendampingan baik masalah hukum maupun masalah kesehatannya," tambahnya.

Dilanjutkannya, mengenai masalah kesehatan jiwa korban yang diragukan banyak pihak, Ridwan membantah jika korban mengalami gangguan jiwa.

"Katanya kan korban ini terganggu jiwanya, tapi setelah kami bawa ke rumah sakit jiwa dan diperiksa, ternyata korban tidak gila dan dokter menerangkan korban waras, namun sedikit setres karena tekanan jiwa," kata Ridwan.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved