Ketegangan di Dalam Mobil saat Harimau Menatap Penumpang, Momen saat Peter Kabur pada 2012
Ketegangan sangat terasa, saat harimau menatap petugas di dalam mobil. Peristiwa itu terjadi saat Peter si harimau Taman Rimba lepas.
Ketegangan sangat terasa, saat petugas berusaha untuk melumpuhkan Peter, harimau Kebun Binatang Taman Rimba Jambi yang lepas dari kandangnya.
TRIBUNJAMBI.COM - Dua ekor harimau Taman Marga Satwa Mangkang atau Semarang Zoo kabur pada Rabu (5/12/2018). Peristiwa itu mengingatkan pada kejadian sekira enam tahun lalu, di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi.
Pagi itu, Senin (12/3/2012), pegawai Taman Rimbo dikejutkan dengan derap kaki para pengunjung yang berlari keluar kebun binatang, karena mengetahui seekor harimau lepas dari kandang.
Harimau lepas di Taman Rimba cukup menghebohkan warga sekitar.
Tampak ratusan orang warga sekitar dan pengunjung yang sudah sempat masuk kebun binatang, kabur keluar. Mereka menyaksikan harimau tersebut dari luar kompleks Kebun Binatang Taman Rimbo.
Keterangan Azwin, petugas Taman Rimba, harimau yang lepas bernama Peter, harimau laki-laki dewasa.
Peter diketahui lepas sekira pukul 08.30 WIB, karena pintu paling luar kandang kedapatan terbuka. Harimau kabur saat kandang akan dibersihkan.
"Tadi sekitar jam setengah sembilan, mungkin karena pintu lupa belum ditutup saat bersihkan kandang," kata petugas tersebut.
Baca Juga:
Cara Cerdik Jimmi Lolos Pembunuhan Massal di Nduga, 24 Orang TemanTewas di Tangan KKB
25 Pekerja Digiring ke Bukit Kabo Lalu Diberondong Peluru KKB, Cara Sadis Pembunuhan di Nduga
NH Dini Meninggal Dunia Dalam Kondisi Luka Parah di Tubuh
Dua Ekor Harimau Kebun Binatang Semarang Lepas dari Kandang
Kabar lepasnya Peter langsung dilaporkan ke BKSDA dan kepolisian. Petugas langsung datang dengan peralatan lengkap.
Melumpuhkan
Untuk melumpuhkan harimau itu, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Provinsi Jambi diturunkan.
Setelah melakukan koordinasi, petugas membuat skenario untuk melumpuhkan harimau dengan cara ditulup.
"Kita gunakan tulup (sumpit) karena jaraknya yang tidak jauh," ucap Nurasman, petugas dari BKSDA Jambi.
Untuk itu disiapkan dua tulup lengkap dengan obat bius.
Petugas pun memasuki mobil untuk mendekati Peter.

Mobil melaju mundur secara perlahan agar tidak mengagetkan harimau.
Tulup sudah diarahkan keluar melalui jendela mobil.
Harimau yang ditunggu mulai terlihat mendekati pagar kebun binatang, berjarak tak lebih dari tiga meter dari mobil.
Harimau itu sempat berhenti dan menatap ke arah mobil.
Penumpang di dalam mobil pun terlihat tegang dan hanya berbicara dengan suara perlahan, agar tidak mengagetkan harimau.
"Jangan menggunakan flash ya motretnya," ujar dokter hewan yang ikut dalam mobil.
Saat harimau lengah dan mengarah ke samping, petugas segera menulup harimau dengan obat bius.
Karena kaget, harimau berlari kencang menjauhi pagar dengan suntikan obat bius menancap pada bagian samping agak ke belakang.
Beberapa petugas sibuk mengatur masyarakat yang hendak melihat harimau tersebut dari dekat.
"Biasanya tak sampai empat menit, harimau tersebut lemas karena pengaruh obat bius," kata seorang petugas.
Akhirnya, petugas yang diturunkan untuk menjinakan seekor harimau Taman Rimba yang lepas dari kandangnya, mengevakuasi harimau tersebut, pukul 10.40 WIB.

Harimau Sumatera itu terkapar tak berdaya di depan kandang beruang.
Petugas yang telah menyiapkan jaring, langsung mengamankan harimau tersebut.
Akhirnya, harimau berhasil dibius. Helaan nafas lega pun terdengar di dalam mobil.
Petugas segera kembali ke dalam kantor Taman Rimbo, menunggu harimau terlelap karena obat bius.
Setelah beberapa saat harimau mulai goyah dan limbung.
Akhirnya Peter pun tumbang, tak sadarkan diri.
Kondisi itu dimanfaatkan dengan cepat oleh petugas untuk menjaring Peter lalu mengangkatnya masuk ke dalam kandang.
Sartono anggota tim dari BKSDA Jambi yang bertugas melumpuhkan harimau dengan cara menyumpit, mengaku belum sempat menyumpit Peter (harimau laki-laki) ketika lepas dari kandangnya.
"Saya sudah mengeluarkan sumpit, tapi belum sempat saya gunakan karena teman kita dari Dinas Peternakan yang hadir saat itu menyumpit duluan, karena itulah saya tidak jadi menyumpit Peter," ungkap Sartono ketika dihubungi Tribun, Senin (12/3) malam.

Menurutnya menggunakan sumpit adalah ssuatu hal yang biasanya baginya.
Saat hendak menyumpit Peter perasaannya biasa saja.
Menurutnya harimau yang biasa hidup di kandang tidak seganas dengan harimau yang berada di hutan.
Ia belajar menyumpit secara secara otodidak.
Sartono mengatakan untuk menyumpit pun tidak sembarangan, harus membidik bagian tubuh yang mengandung banyak daging, kalau kena tulang takut melukai binatang itu.
Kepala BKSDA Jambi Tri Siswo, seusai evakuasi, menjelaskan proses pembiusan dilakukan dua tahap, yakni dipancing menggunakan ayam yang telah diberi bius.
Dan yang kedua, dibius menggunakan tulup sebagai pelumpuhan.
Ia mengaku sudah siap dengan senjata bius, namun melihat situasi lapangan menurutnya tidak perlu menggunakan senjata.
"Setelah melihat kondisi lapangan itu tidak perlu menggunakan senjata, jadi kita gunakan tulup. Karena tulup jaraknya lebih dekat dan itu lebih efektif," katanya.

Lanjutnya, secara keseluruhan dosis bius yang diberikan ada sekitar delapan Cc, tiga Cc ada pada bius tulup.
Sesuai prosedur tetap (protap), tim penyidik BKSDA akan mengumpulkan keterangan dari keeper.
Oleh karenanya hari ini pihaknya akan memanggil keeper untuk dimintai keterangan.
Hasil pemeriksaan akan diserahkan ke atasan langsung, dalam hal ini kepala UPTD Taman Rimba, untuk mengambil tindakan atau sanksi.
"Sanksi teguran aja, karena ini lalai, bukan kesengajaan. Tapi ini belum pasti juga makanya besok (hari ini) kita periksa. Kalau nanti ternyata ada unsur kesengajaan nanti kita serahkan ke atasannya langsung," katanya.
TRIBUN JAMBI DI INSTAGRAM:
Inilah Identitas Pelaku Pembunuhan 31 Pekerja di Nduga Papua, Berondong Tembakan secara Sadis
Aa Gym sampai Berdiri Malu oleh rakyat, Saksikan Debat Sengit Fadli Zon Vs Irma Suryani