Relationship
Prihatin 2 Pasangan Artis Proses Cerai, Luhut Binsar Panjaitan Berbagi Tips 47 Tahun Merawat Cinta
Risiko punya staf milenial, Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator bidang Kemaritiman-Red) jadi ikutan mendengar informasi
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
Selain itu, saya juga sering berkirim pesan WA yang selalu dibacanya meski kadang tidak dibalas.
"Yang penting bagi saya, istri selalu tahu saya sedang di mana."
Bicara tentang teknologi zaman now, menurut Luhut sebenarnya memudahkan komunikasi kita dengan pasangan. Tidak seperti zaman old saat ia muda dulu.
"Bayangkan, kalau Anda adalah tentara yang harus bertugas di daerah perbatasan Kalimantan-Malaysia di tahun 1970-an," ujarnya.
Luhut menyebut, ia mengalami masa-masa itu, di mana harus bertugas di daerah operasi misalnya seperti di Desa Nanga Kantuk Kalimantan Barat, atau Kecamatan Paloh yang berbatasan langsung dengan Sarawak.
Waktu itu jaringan telepon saja belum tersedia. Maka, surat cintalah yang menjadi andalan.
Surat itu harus menempuh perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan istri, begitu pula surat balasannya.
Helikopter TNI adalah satu-satunya moda yang paling memungkinan untuk mengangkut surat cinta kami para prajurit yang bertugas di pelosok belantara perbatasan negara.
"Setiap minggu saya rajin menulis surat. Bahkan kadang lebih sering dari itu, ketika rindu melanda," ujarnya.
Tidak jarang setumpuk surat hasil menulis beberapa hari Luhut kirimkan akibat helikopter yang ditunggunya tak kunjung datang.
Baca juga
Kehilangan 50 Kg Berat Badannya dalam 5,5 Bulan, Wanita Ini Justru Merasa Tertekan dengan Kulitnya
6 Tahun Jadi Pajangan, Bahtera yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh Seharga Rp 22 M Bakal Berlayar
Lima Pantangan yang Perlu Anda Perhatikan Pasca-operasi Caesar
VIDEO: Apa yang Dilakukan Pilot saat Tahu Mantan Guru jadi Penumpang Pesawat Diterbangkannya?
Apa boleh buat, tidak ada cara lain untuk mengirim surat. Jalan di sana belum sebagus sekarang, sehingga waktu itu tidak mungkin dikirim lewat darat.
Ketika waktu berlalu, Luhut dan Devi pun menikah di tahun 1971 dan akhirnya dikaruniai sampai 4 orang anak.
Luhut memahami bahwa tidak pernah mudah menjadi istri seorang anggota TNI yang sering tugas operasi ke luar daerah.
"Maka dari itu, melihat anak-anak dan cucu-cucu saya tumbuh dengan baik, membuat saya merasa berhutang pada istri. Seorang yang cantik dan pintar, yang rela mengorbankan cita-cita pribadinya demi keluarga," ungkapnya.
Hutang itu dibayarnya sampai sekarang dengan berusaha menjadi seorang suami yang belajar menjaga komitmen.