Sambil Menangis di Persidangan, Zumi Zola Mengaku Diberikan Kemanjaan Oleh Orangtuanya

Suara Zumi semakin terdengar terbata-bata saat membacakan poin nota pembelaan yang menyangkut istri, kedua anaknya serta ayah dan ibunya.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Zumi Zola mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (17/9/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Isak tangis terdakwa Zumi Zola terdengar beberapa kali saat dirinya membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Suara Zumi semakin terdengar terbata-bata saat membacakan poin nota pembelaan yang menyangkut istri, kedua anaknya serta ayah dan ibunya.

Pada awalnya, ia mengungkapkan, berada di ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan hal yang tak pernah terbayangkan oleh dirinya.

"Dan saat menghadapi kenyataan itu, pikiran saya langsung tertuju pada keluarga saya, istri saya, anak-anak saya dan juga orangtua saya yang sangat saya sayangi," tutur Zumi yang mulai menangis.

Ia terlebih dulu membahas jasa ayah dan ibunya selama ini.

Gubernur nonaktif Jambi itu bercerita, saat ia sekolah, kedua orangtuanya berpisah. Ia pun tinggal bersama ibunya.

Namun, ia mengaku bersyukur, ayahnya tetap mendukung segala kebutuhannya sebagai anak.

Baca: Sentinel, Suku Terasing di India yang Tak Pernah Ragu Bunuh Orang Asing

Baca: Di Tahun 2100, Bumi Akan Tunjukan Tanda-tanda Kiamat dan Menjadi Wilayah yang Tak Dikenal

Baca: Ternyata Tas ini Mampu Ciptakan Kiamat Mengerikan di Dunia Bila Sosok ini Menginginkannya

"Boleh dikata, saya walau hidup dengan ayah ibu yang terpisah, namun tetap diberikan kemanjaan oleh orangtua saya," ujar Zumi.

Jadi artis hingga politisi

Ia pun menceritakan keputusannya terjun dalam dunia hiburan dengan menjadi artis. Zumi menilai, keputusannya menjadi artis bukanlah langkah yang buruk.

Sebagai artis, ia justru mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup.

"Karena saya ingin dan selalu berusaha untuk tidak membebani ayah dan ibu saya," kata Zumi.

Saat itu, kata Zumi, dirinya sudah bisa mengumpulkan uang. Uang itu digunakan untuk membeli aset seperti apartemen, rumah, dan tanah.

Zumi Zola di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Zumi Zola di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/9/2018). (Tribunnews.com/ Theresia Felisiani)

Namun, di sisi lain, ayahnya tetap merasa bertanggung jawab untuk mendukung Zumi menempuh pendidikan tinggi. Ia kemudian berhenti dari dunia hiburan.

"Dengan menyekolahkan saya ke luar negeri, yaitu negara Inggris," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved