Hidup Keras LB Moerdani, Umur 13 Tahun Serbu Markas Jepang & Jadi Mata-mata Kopassus yang Disegani

Ia merupakan anak ketiga pasangan Raden Gerardus Moerdani Sosrodirdjo dan Jeanne Roech.

Hidup Keras LB Moerdani, Umur 13 Tahun Serbu Markas Jepang & Jadi Mata-mata Kopassus yang Disegani
Ilustrasi Sniper SAS dan Benny Moerdani 

Benny Moerdani hampir kehilangan nyawanya saat berhadapan dengan pasukan Belanda.

Pada 21 Desember 1948, Belanda menyerbu Solo.

Saat itu, pasukan Tentara Pelajar tengah beristirahat di simpang empat Kampung Sekarpace, 400 meter ke arah barat dari tanggul Bengawan Solo.

Tiba-tiba sebuah Bren Carrier atau sebuah tank bertengger di atas tanggul dan memuntahkan peluru.

Salah satu peluru itu mengenai ujung senapan Benny.

Wajahnya luka terkena serpihan akibat benturan peluru tersebut.

Saat itu Benny masih berumur 16 tahun.

Ia seketika pingsan dan kemudian diselamatkan oleh teman-temannya dari gempuran armada Belanda.

Kejadian tersebut tak membuat tekad Benny untuk melanda menjadi ciut.

Justru Benny dikenal sebagai pemuda yang berani.

Baca: 7 Tempat Paling Misterius di Dunia, Air Terjun Darah hingga Api Abadi

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved