Breaking News:

Pemerintah Pusat Siapkan Anggaran Rp 1,2 Triliun Bangun Bendungan Raksasa di Merangin

Pembangunan nantinya akan memakan lahan seluas 250 hektare dengan dana lebih kurang Rp 1,2 triliun.

TRIBUNJAMBI/TEGUH SUPRAYITNO
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunjambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Masyarakat Kabupaten Merangin harus bangga, pasalnya tak lama lagi Pemerintah Pusat akan membangun Bendungan Raksasa di Merangin.

Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Merangin Aspan belum lama ini mengatakan bahwa pembangunan nantinya akan dipusatkan di Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin.

Kata Aspan, pembangunan nantinya akan memakan lahan seluas 250 hektare dengan dana lebih kurang Rp 1,2 triliun.

"Pembangunan ini sudah berjalan dari tahun 2017, kala itu dilakukan Survei, dan tahun 2018 sudah tahap perencanaan teknis, dan penyusunan lahan lahan yang akan digarap (Larap). Dan awal 2019 manti akan memasuki perencanaan teknis dan ganti rugi lahan," kata Aspan.

Bendungan ini akan memiliki ketinggian 80 meter dari dasar, bahkan bisa melebihi itu sesuai dengan kontur tanahnya nanti. Setelah jadi nanti, bendungan ini akan dijadikan sebagai Pembangkit Listrik, Irigasi Pengairan sawah sebanyak 13 ribu hektare dan Air bersih. Hal itulah yang menunjang nama bendungan raksasa.

"Jika selesai nanti, bendungan itu akan menjadi bendungan terbesar di Pulau Sumatera yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk air minum, sumber irigasi dan potensi listrik," ungkap Aspan.

Tidak hanya untuk Kabupaten Merangin, bendungan ini juga sangat penting bagi Provinsi Jambi, dimana bendungan ini mempunyai potensi air baku sebanyak 2000 liter perdetik. Potensi ini bisa digunakan menjadi sumber air bagi masyarakat di Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

“Makanya, mari kita dukung bersama-sama. Bendungan ini sangat penting bagi kita semua. Nanti, ini juga bisa menjadi objek wisata baru. Perlu diingat, ini bendungan terbesar di Pulau Sumatera dan tentu sangat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Merangin,” ujarnya.

Pembangunan yang "wah" ini dibangun tak cukup satu atau dua tahun. Kata Aspan, paling tidak bangunan ini akan selesai ditahun 2022. Dan akan difungsikan sekitar awal atau pertengahan tahun 2023 nanti.

"Pembangunan itu bertahap. Air bersih, Listrik dan lain sebagainya," pungkasnya. (*)

Penulis: Muzakkir
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved