Turun dari Lamborghini Hurracan Rp 11 Miliar, Hotman Paris Blak-blakan tentang Pilihan Capresnya

Hotman yang menggunakan setelan jas berwarna biru dongker dan dasi berwarna merah, terlihat turun dari mobil sport mewah berwarna oranye.

Editor: Duanto AS
Hotman Paris Hutapea mengajak Johannes Adekalla atau Joni naik di atap Lamborghini milikinya saat bertemu di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018). (instagram @hotmanparisofficial) 

Di samping tidak berminat dengan politik, Hotman menganggap pendapatannya akan terjun bebas jika menjadi politisi. Sebagai pengacara, kata dia, pendapatannya bisa ratusan kali lipat dari anggota Dewan.

"Dari segi income akan kalah jauh di politik daripada lawyer. Karena saya sangat panen dari segi uang," kata Hotman.

Selain itu, Hotman merasa pengalamannya selama 35 tahun berkiprah menangani kasus-kasus kakap pun tak ada lagi artinya jika bergabung ke partai politik.

"Saya menikmati. Itu kepuasan saya yang tidak bisa ditinggalkan," kata dia.

Lagi pula, Hotman merasa dirinya sudah cukup populer sehingga tak perlu lagi menjadi politisi ataupun pejabat.

"Kepopuleran saya kadang-kadang setara menteri. Kalau di kawinan, kalau menteri VIP, saya juga VIP. Apa lagi yang saya cari," kata dia.

Sikap netral ini bukan berarti Hotman tidak peduli dengan Pemilihan Presiden. Tentang ini ia pernah memberi masukan kepada para calon presiden tentang bagaimana cara memenangkan Pemilu.

"Jangan underestimate "suara" para wanita." tulis Hotman.

Hotman mengatakan lewat video berdurasi singkat,"Halo para calon presiden pemilu 2019. Aku ada usulan nih, kalau kamu menguasai hati wanita dan dapat simpati pasti kau menang pemilu. Karena wanita Indonesia jauh lebih banyak daripada pria."

Hotman Paris
Hotman Paris (instagram hotman paris)

"Cara bagaimana? Dalam kampanye tekankan perlindungan hukum untuk wanita, terutama anak-anak, bayi dan soal proses perceraian dan gono gini. Karena menteri pemberdayaan wanita yang sekarang parah banget tidak ada produk hukumnya sama sekali."

"Kalau itu dikampanyekan wanita akan senang. Saya 35 tahun menelaah kasus ini daripada psikolog. Mau menang pemilu? dekati hati wanita." kata Hotman. (*)

Baca: Namanya Tak Masuk Biodata Keluarga Jokowi, Kaesang: Jahat Banget, Hingga WIkipedia Beri Jawaban

Baca: Awas! Citra Diri akan Melanggar Pemilu

Baca: Jejak Karier dan Pendidikan Hanum Salsabiela Rais, Dokter Gigi jadi Jurnalis

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved