Target PAD dari Pajak Sudah Capai 83 Persen

Memaski triwulan ke IV 2018, Realisasi PAD dari 11 pajak di Kota Jambi sudah mencapai 83 persen.

Penulis: Rohmayana | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/ANDIKA ARNOLDY
Kepala BKD Kota Jambi, Subhi Yusuf (sebelah kanan) 

Laporan Wartawan TribunJambi.com Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Memaski triwulan ke IV 2018, Realisasi PAD dari 11 pajak di Kota Jambi sudah mencapai 83 persen.

Disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, Subhi bahwa target PAD dari pajak senilai 200 Miliar. Memasuki akhir tahun 2018 target penerimaan pajak sudah mencapai 165 Milyar.

"Angka tersebut diantaranya berasal dari pajak hiburan, pajak reklame, pajak hotel dan resto, BPHTB dan PBB," kata Subhi.

Baca: Wuling Motors Tawarkan DP 0 Persen untuk Konsumen di Jambi

Dia mengatakan tahun ini ada peningkatan PAD dari tahun sebelumnya. Dimana tahun 2017 target PAD dari pajak senilai 197 miliar. Di bulan yang sama target PAD sudah mencapai 83 persen untuk tahun ini, sementara tahun sebelumnya pada bulan ini baru tercapai 75 persen.

"Artinya ada tingkat kenaikan kesadaran wajib pajak dalam menunaikan kewajibannya untuk membayar pajak," katanya.

Menurutnya dari 11 objek pajak, baru PBB yang masih dibawah target, yaitu baru mencapai 64 persen. Jika dinominalkan target pajak baru mencapai 18,7 miliar dari target pajak 28 miliar.

Padahal pihaknya sudah memberikan berbagai kemudahan, seperti menyediakan mobil khusus untuk wajib pajak yang ingin melakukan pembayaran PBB. Selain itu pembayaran PBB juga bisa dilakukan di berbagai tempat seperti loket POS dan Perbankan.

"Bahkan Sabtu dan Minggu wajib pajak bisa membayar PBB di loket pos," ujarnya.

Terkait daerah mana saja yang masih banyak menunggak PBB, Subhi masih enggan menyebutnya. "Nanti pada akhir tahun maka akan kita umumkan, ada di kecamatan dan kelurahan mana yang masih banyak menunggak PBB," katanya.

Baca: Kesulitan Pendataan Terkait Budaya; Mereka Lebih Memilih Cari Nafkah Ketimbang Memilih Presiden

Baca: Atuk Kulup: Awas, Musim Penghujan Tiba Antisipasi Terjadinya Banjir dan Tanah Longsor

Sementara itu Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi Sutiono sebelumnya mengatakan bahwa masih banyak potensi pendapatan yang perlu digarap oleh Pemerintah Kota Jambi saat ini, guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Diantaranya dengan memajukan sektor pariwisata. Dirinya melihat saat ini Pemerintah Kota Jambi belum menggarap sektor pariwisata dengan optimal, Oleh karena itu hal itu belum berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata.

"Kalau sektor pariwisata ini digarap dengan baik, maka multiplier efeknya akan sangat signifikan, sebab akan berdampak pada seluruh sektor mulai dari perhotelan restoran dan lain sebagainya," ujarnya.

Sutiono mengatakan dirinya berharap Pemerintah Kota Jambi dapat melakukan promosi pariwisata secara gencar. Selain itu juga mulai menghidupkan pelaku UMKM mulai dari kuliner, kerajinan dan lain sebagainya.

"Kita minta apa yang menjadi ciri khas Kota Jambi ini agar dapat dipatenkan," katanya.

Baca: Polisi Terus Buru Pemodal Pengeboran Minyak Ilegal di Desa Pompa Air

Baca: Tim Gabungan Denpom Jambi, Polda Jambi dan BNNP Jambi Raziai Tujuh Tempat Hiburan Malam

Kata Sutiono, jika sudah ditata dengan baik maka wisatawan lokal dan wisatawan dari luar Provinsi Jambi maupun mancanegara, dapat berkunjung ke Kota Jambi. Sehingga hal tersebut berdampak kepada pendapatan asli daerah Kota Jambi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved