Info Polda Jambi

Polisi Terus Buru Pemodal Pengeboran Minyak Ilegal di Desa Pompa Air

Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, terus memburu pelaku lain dari kasus pengeboran minyak

Polisi Terus Buru Pemodal Pengeboran Minyak Ilegal di Desa Pompa Air
tribunjambi/abdullah usman
Hingga saat ini aktifitas illegal drilling di Desa Pompa Air masih terus terjadi, meski sebelumnya Polres Batanghari telah memeberikan garis polisi terhadap beberapa sumur di kawasan tersebut, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, terus memburu pelaku lain dari kasus pengeboran minyak ilegal di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, penyidik masih menggali keterangan para tersangka digali untuk mencari informasi soal pemodal aktivitas ilegal itu.

"Sekarang masih diperiksa penyidik. Kasusnya masih dikembangkan juga,” ujarnya, Sabtu (20/10).

Dalam kasus ini, para tersangka yang diamankan yakni Yanto (33), Fitri (27), Fandi Adi Saputra (25), Hasan Aswari (36), Arly Wibowo (24), Ali Mustopa (33), SM (17) dan Jauhari (29). Lalu, Jailani (40) yang merupakan perakit alat pengeboran.

Para tersangka dibekuk di tiga lokasi pengeboran berbeda. Saat ini, sambungnya, satu pelaku lagi yang merupakan koordinator masih diburu. Dari pemeriksaan para tersangka, dalam sehari mereka menghasilkan 70 drum. 1 drum berisi 200 liter. Jadi total per hari mencapai 14 ton minyak yang dihasilkan.

Penggerebekan bermula saat anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi pada Rabu (17/10) sekitar pukul 00.00 WIB, mendapat informasi ada aktivitas pengeboran minyak ilegal di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Anggota kemudian melakukan penggerebekan sekitar pukul 03.00 WIB di tiga lokasi berbeda. Di lokasi pertama dibekuk Yanto Bin Sutomo (33), Fitri Bin Tony (27), Fandi Adi Saputra (25). Barang bukti yang disita yakni 1 unit sepeda motor Honda Revo yang sudah dimodifikasi, 1 roll tali, 1 buah canting dan 1 galon minyak mentah.

Selanjutnya di lokasi kedua dibekuk tersangka Hasan Aswari Bin Gianto (36), Arly Wibowo (24), Ali Mustopa Bin Wagimin (33), SM (17). Barang bukti yang disita 1 unit sepeda motor Honda Revo yang sudah dimodifikasi, 1 roll tali, 1 batang pipa canting dan 1 galon minyak mentah.

Di lokasi ketiga dibekuk tersangka Jauhari Bin Sapul. Darinya diamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Revo yang sudah dimodifikasi, 1 roll tali, 1 buah pipa canting dan 1 galon minyak mentah. Sementara dari Jailani diamankan barang bukti berupa 3 unit mesin sedot minyak dan 1 buah selang plastik.

Atas perbuatannya mereka dikenakan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas. Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved