Pilpres 2019
Djarot Bahas Pilpres 2019 Dengan Ahok, Bocorkan Strategi Inilah yang Akan Dilakukan Untuk Ahokers
Djarot mengaku membahas Pilpres bersama Ahok saat berkunjung ke Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok, beberapa waktu lalu
Ahok menilai, Ma'ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, Ahok mengatakan, kuasa hukumnya memiliki bukti adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf.
Telepon itu berisi permintaan SBY agar Ma'ruf bertemu dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
SBY pun disebut meminta Ma'ruf untuk menerbitkan fatwa penistaan agama untuk pidato Ahok di Kepulauan Seribu.
Baca: Tangani Kebocoran PDAM Tirta Mayang, Pemkot Jambi Lirik Pakar Air Bersih Belanda
Belakangan, Ahok menyatakan permintaan maafnya kepada Ma'ruf Amin.
Ahok juga menegaskan tidak akan melaporkan Ma'ruf Amin.
Mengaku Ingin Ketemu Ma'ruf Amin
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku pernah berkunjung ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk bertemu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Djarot mengaku menemui Ahok pada Jumat (10/8/2018) pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut dirinya dengan Ahok membicarakan mengenai Pemilihan Presiden 2019.
Khususnya soal keputusan Joko Widodo menggandeng Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.
"Tapi apa yang dibilang Ahok, 'enggak apa apa, malah bagus. Kita akan bantu. Nanti kalau saya keluar'. Dia bilang gitu, 'saya mau ketemu sama Pak Ma'ruf Amin'," kata Djarot di Gedung Filateli, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).

Djarot menyebut Ahok tak memiliki dendam dengan Ma'ruf.
Meski Ma'ruf merupakan saksi ahli dalam kasus penodaan agama yang menjerat Ahok.
Hal terpenting menurut Ahok, Jokowi bisa melanjutkan program yang sudah dibangun saat ini.