PU akan Prioritaskan Jembatan Muaro Pangi

Jembatan Muaro Pangi yang nyaris ambruk akan diperhatikan oleh Dinas PUPR Kabupaten Merangin.

PU akan Prioritaskan Jembatan Muaro Pangi
Tribun Jambi/Muzakkir
Kabid Bina Marga Kabupaten Merangin, Aspan 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Jembatan Muaro Pangi yang nyaris ambruk akan diperhatikan oleh Dinas PUPR Kabupaten Merangin.

Kabid Bina Marga Kabupaten Merangin Aspan ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah turun ke lapangan untuk meninjau kondisi jembatan tersebut.

"Mendapat laporan itu, kita langsung turun ke lapangan dan bertemu dengan kadesnya," kata Aspan.

Baca: Kasus Penguburan Bayi - Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kesulitan Lakukan Pendampingan

Menurut Aspan, jembatan tersebut nantinya akan dibangun tahun 2019, namun sebelum dibangun, jembatan tersebut akan diperbaiki dulu. Pihaknya akan memberi tiang penyangga agar jembatan bisa difungsikan.

"Jembatan tersebut masih bisa digunakan, tapi untuk mobil dengan muatan banyak tidak bisa. Maksimal dua ton," katanya.

Di mengatakan, jembatan ini akan menjadi prioritas mereka ditahun 2019 mendatang. Mereka akan menganggarkan dana sekitar Rp 3-4 miliar, namun sumber dana masih belum bisa dipastikan, bisa dari APBD, bisa juga dari bencana atau BPBD.

"Kita masih akan koordinasi dengan BPBD, jika ada dana bencana, ya kita gunakan, tapi kalau tidak ada, nanti kita usulkan dari APBD," imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Muara Pangi Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin ngeluh dengan kondisi jembatan di desa tersebut.

Jembatan yang sudah tua itu saat ini kondisinya mengkhawatirkan, tiang beton penyangga jembatan tersebut saat ini sudah miring sekitar 40 derajat.

Baca: Halte Air di Kecamatan Mendahara Dinilai Membahayakan, Dinas Perhubungan Membantah

Baca: Ivan Wirata dan Cik Bur Serius Garap Muaro Jambi

Kondisi ini membuat masyarakat resah, apalagi derasnya air sungai terus mengikis beton yang terlihat mengangkat tersebut.

"Tiang jembatan itu bawahnya terkikis air sungai. Jadi miring dan hampir roboh. Sangat mengkhawatirkan," kata tokoh pemuda setempat, Ardiansyah.

Jembatan ini, kata Ardiansyah, sangat vital. Dengan kondisi seperti ini, warga khawatir berkendara di atasnya. Sementara ini merupakan jembatan satu-satunya menuju keluar desa.

"Kalau jembatan ini runtuh, maka harus lewat sungai. Kami harapkan ini jadi perhatian pemerintah karena ini soal kepentingan masyarakat banyak," katanya lagi.

Baca: Hari Terakhir Pendaftaran CPNS 2018, 4 Formasi di Kerinci Masih Belum Ada Pelamar

Baca: 30 ASN Pemkot Jambi Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris

Baca: Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Pembangunan Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved