Nyesep Terkena Kanker di Mulut, 3 Orang Rimba Lakukan Perjalanan 5 Jam ke RSUD di Jambi

3 Orang Rimba itu akhirnya tiba di RSUD Raden Mattaher, Kota Jambi, Kamis (11/10/18) malam.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Nyesep dan tiga Orang Rimba dari Pamenang, Kabupaten Merangin, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Kota Jambi, Jumat (12/10/18). 

"Lebih lima jam kami di jalan, akhirnya sampai kami ke sini. Litak juga rasanya," kata dia, sambil menyelonjorkan kakinya.

Dia berharap, bibinya dapat segera sembuh.

Dikenangnya, penyakit itu sudah diderita oleh adik Nyesep yang tak dapat tertolong. Selain itu, ada pula dari beberapa orang tua mereka yang menderita penyakit yang sama.

"Kami kira penyakit keturunan. Sebelum ini, adik Induk (orang tua) kami ini juga. Awalnya kecil, sebesar ujung jari, tapi lama-kelamaan besar, sampailah kayak begitu. Karena sudah kayak begitu, kami berusaha ajak beliau supaya mau untuk berobat, biar jangan sampailah kayak yang sebelumnya," kata lelaki itu.

Dia menuturkan tidak begitu paham dengan perkembangan penyakit itu di tengah masyarakat. Namun, dia mengkhawatirkan jika ada orang rimba lain yang juga menderita penyakit yang sama.

"Sementara ini, yang tampak cuma Induk kami inilah. Tapi kami khawatir, kalau ada yang lain. Jangan sampailah," ujarnya berharap.

Perjuangan Yanto, Runcing dan Bungsu bukanlah hal yang mudah. Dia harus berkorban uang dan tenaga, demi mengobati bibinya. Begitu juga dengan perjuangan orang rimba lain, dalam memperjuangkan kesehatan.

Dia berharap, agar pemerintah juga semakin memperhatikan mereka.
Sejauh ini, pemerintah telah memberikan Jamkesda, yang dapat digunakan di daerah dalam provinsi.

Harapnya, agar ke depan mereka juga dapat fasilitas pengobatan yang lebih, seperti BPJS atau KIS.

"Harapannya begitu, kalau bisa, kami dapat BPJS atau KIS. Jadi kalau perlu dirujuk ke luar, ada kemudahan buat kami," kata dia.

Hal itu juga menjadi harapan Runcing, menantu Nyesep yang turut menjaganya selama beberapa waktu terakhir.

Ketika Tribunjambi.com menanyakan ke bagian informasi, satu di antara petugas menyampailan, hingga saat ini pihak rumah sakit telah mengambil sampel jaringan pembengkakan yang tumbuh di mulut Nyesep.

"Masih menunggu hasil dari biopsi, untuk memastikan jaringan tersebut termasuk tumor ganas atau jinak. Tujuannya, agar kita tahu cara penanganan selanjutnya," jelasnya.

Hingga kini, Nyesep masih terbaring di ruang bedah RSUD Raden Mattaher, ditemani beberapa orang rimba yang juga berharap kesembuhannya. (mareza sutan a j)

Baca: Penyelundupan 61.200 Ekor Baby Lobster Diduga Masih Jaringan Lama

Baca: Jual Beruang Madu, Jumadi Divonis 1 Tahun 8 Bulan

Baca: Isi Tausiah Ustaz Abdul Somad saat di Kuala Tungkal, Beda mata pedagang dan mata politikus

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved