Hari Tuna Rungu
Hari Tuna Rungu Internasional, Tribun Wawancara dengan Media Tulisan
28 September diperingati sebagai hari tuna rungu internasional. Di Jambi ada yang dinamakan Gerkatin atau gerakan kesejahteraan
Penulis: Nurlailis | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribunjambi.com Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - 28 September diperingati sebagai hari tuna rungu internasional. Di Jambi ada yang dinamakan Gerkatin atau gerakan kesejahteraan untuk tuna rungu Indonesia.
Di hari tuna rungu internasional ini Tribunjambi.com berkesempatan berbincang dengan Sekretaris Gerkatin Jambi, Wawan.
Ia sempat menceritakan bahwa dirinya tidak bisa didampingi oleh penerjemah bahasa isyarat. Ia menawarkan komunikasi akan dilakukan via tulisan.
Baca: Perjalanan Panjang Nasrullah Hamka Masuk DCT
Saat ia datang ke kantor Tribunjambi ia menggunakan baju seragam Gerkatin yang berwarna biru. Ia menjabat tangan dengan ramah.
Kemudian dikeluarkannya kertas dan pulpen, ia menuliskan sesuatu disana. "Selamat pagi. Ini pertama kali saya mengunjungi kantor Tribunjambi" tulisnya menggunakan pulpen biru.
Dan selanjutnya komunikasi dilakukan memang via tulisan. Ia menuliskan dengan huruf kapital semua juga dengan bahasa Indonesia yang baku. Saya pun menuliskan apa yang saya tanyakan dan dia menjawab dengan tulisan pula.
Wawancara kali ini berjalan hening.
Mengenai kondisi teman-teman tuna rungu di Jambi ia menuliskan keadaannya belum maju. "Masih terjadi diskriminasi, misalnya walaupun proposal sudah diserahkan ke kantor pemerintahan namun kenyataanya belum ada yang membantu kami," ungkapnya.
Ia berharap di hari tuli international ini dunia mau mengerti dan peduli pada disabilitas tuli.
Baca: Sejumlah Proyek Pemprov Jambi Ditunda
Baca: Sidang Praperadilan Kasus Dugaan Salah Tangkap: Pembuktian, Tim PH Termohon Hadirkan 3 Saksi
"Kami Gerkatin Jambi sedang berusaha mencari orang yang mau jadi pendamping atau penerjemah bahasa isyarat Indonesia (Bisindo) berlokasi di Jambi. Semoga ada yang mau," tulisnya lagi.
Pria 39 tahun ini bekerja sebagai karyawan kebersihan dan tanaman di taman bunga bakung di Talang Bakung.
Ada kira-kira 350 orang disabilitas tuli di Jambi. Ada yang bekerja sebagai tukang cuci motor, tukang parkir, petugas kebersihan, pembantu guru SLB, bengkel motor, sopir travel, pedagang kaset dvd dan lainnya.
Beberapa kegiatan Gerkatin Jambi diantaranya sosialisasi bahasa isyarat Indonesia (bisindo) dua kali sebulan di lapangan gubernur khusus hari Minggu, mencari orang normal yang mau menjadi pendamping atau penerjemah bisindo di Jambi.
Saat ini ketua DPP Gerkatin Provinsi Jambi sedang mengikuti acara kongres nasional gerakan bahasa isyarat Indonesia dalam penanggulangan bencana di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/28092018_bahasa-isyarat_20180928_195332.jpg)