Siswa di Sekolah ini Kabur, Saat Tahu akan Divaksin Rubella MR
Suyono pun berupaya agar vaksinasi tetap dilakukan, caranya dengan melibatkan orangtua siswa.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Mendengar kabar akan disuntik, siswa SDN 43 Molako Intan Kecamatan Tebo Ulu memilih pulang dan kembali ke rumah mereka masing-masing.
Siswa di sekolah tersebut ketakutan saat ada kabar akan ada imunisasi rubella MR. Hal ini diiyakan Suyono, Kepala Sekolah setempat. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi beberapa waktu lalu.
Baca: Vaksin MR untuk Siswa SD dan SMP di Sarolangun Dihentikan Sementara
"Iya, mereka ketakutan saat mendengar mau disuntik," sebut Suyono, kepada Tribunjambi.com, Minggu (23/9).
Padahal saat itu kata Suyono, tim kesehatan datang masih dalam upaya sosialisasi.
"Tapi tertunda karena hujan deras malamnya kan," kata Suyono.
Baca: Di Tebo, Masih Ada Orangtua yang Menolak Anaknya Divaksin
Suyono pun berupaya agar vaksinasi tetap dilakukan, caranya dengan melibatkan orangtua siswa.
"Jadi, setiap siswa didampingi orangtuanya nanti saat imunisasi itu," kata Suyono.
Dari sejumlah siswa yang berbincang dengan Tribunjambi.com, menyebut jika mereka tidak diperbolehkan orangtua mereka untuk vaksinasi. Namun tidak ada yang menjelaskan alasan orangtua mereka melarang. Hanya sebagian siswa mengaku jika dalam kondisi kurang sehat.
"Iya, kata mamak gak boleh aja soalnya lagi batuk," kata seorang siswa kepada Tribunjambi.com.
Baca: Vaksinasi Campak dan Rubella Tetap Dilanjutkan di Tebo
Sementara siswa lainnya mengaku tidak diperbolehkan.
"Ya, kata mama gak boleh aja," kata siswa lainnya.
Camat Tebo Ulu, Firdaus terkait hal itu meminta kepada sekolah agar tidak menunda pelaksanaan imunisasi rubella MR di setiap sekolah.
Hal ini disampaikan Firdaus dalam kunjungannya ke SDN 43 Molako Intan, Kecamatan Tebo Ulu. Ia yakin jika vaksinasi campak dan Rubella MR bertujuan mulia sehingga perlu didukung.
Baca: Tim Terjun Payung Kopassus di Tiongkok Jadi Juara 3 dalam Kategori Formasi Ini
"Tidak ada obat untuk membunuh atau menciderai masyarakatnya," jelas Firdaus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/siswa-sd_20180923_111518.jpg)