Benarkah Soeharto Pernah Ditampar Kopassus? Ada Beberapa Versi Cerita
Banyak pahlawan yang berjasa namun nasibnya tidak sebaik mereka yang yang namanya dikenang dan dimakamkan di tempat terhormat.
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
Awalnya dia menjadi perwira penghubung dengan pasukan Inggris.
Baca: Dibentak Seorang Kopaska yang Menyelinap, ABK Perang Malaysia Balik Kanan dari Perairan Indonesia
Karirnya terus merangkak naik.
Kawilarang dipercaya memimpin ekspedisi TNI menumpas berbagai pemberontakan di hari-hari awal republik.
Mulai dari Operasi Penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), dan Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.
Pengalaman menumpas berbagai pemberontakan ini yang membuat Kawilarang berpikir perlunya Indonesia memiliki pasukan kecil dengan kemampuan tempur hebat.
Kawilarang begitu kagum akan kemampuan musuhnya, pasukan baret merah dan hijau Belanda dari Korps Speciale Troepen.
Dia banyak berdiskusi dengan Letkol Slamet Riyadi soal pembentukan pasukan elite ini.
Pada 1951-1956, Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar.
Nah saat itu Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa kondisi Makassar sudah aman.
Tapi Soekarno malah menunjukkan radiogram yang memberitakan Makassar diserang pasukan KNIL.
Kawilarang mencari Komandan Brigade Mataram Letkol Soeharto yang bertugas menjaga Kota Makassar.
Dia kesal melihat anak buah Soeharto malah melarikan diri.
“Lelucon apa ini,” kata Kawilarang pada Soeharto.
“Plak!” Soeharto pun ditampar.
Sontak semua orang yang berada di sana kaget dan bingung.