Kekerasan pada Jurnalis

Reporter Kompas TV Jambi Laporkan Kekerasan Oknum Pengawal Obor Asian Games ke Polda

Suci Annisa (28) reporter Kompas TV Jambi mendatangi Mapolda Jambi, Sabtu (4/8) sekira pukul 15.00 WIB.

Reporter Kompas TV Jambi Laporkan Kekerasan Oknum Pengawal Obor Asian Games ke Polda
TRIBUN JAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Sejumlah wartawan di Polda Jambi, ikut mendampingi Reporter Kompas TV Suci Anissa yang melaporkan tindak kekerasan padanya. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Suci Annisa (28) reporter Kompas TV Jambi mendatangi Mapolda Jambi, Sabtu (4/8) sekira pukul 15.00 WIB.

Dia melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan oknum petugas pengawalan obor api Asian Games saat meliput arakan tersebut, di simpang empat Museum Siginjai, Jumat (3/8) kemarin.

Suci didampingi tim redaksi Kompas TV Jambi, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Jambi dan Tim Advokasi Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Jambi.

Baca: Kebakaran PT PAUL Diduga karena Kebocoran pada Tabung Broiler

Suci menjelaskan kembali peristiwa yang dialaminya tersebut. Saat itu, dia hanya menjalankan tugas meliput kegiatan itu. Ia mengambil posisi yang aman dan tak mengganggu arak-arakan.

"Saya mengambil posisi yang tidak mengganggu lingkaran pengamanan arak-arakan. Tapi setelah oknum itu berjalan, dia mendekati saya dan memukul tepat di perut," kata Suci.

Saat ini, dia berharap keadilan dari peristiwa yang dialaminya. Ia juga meminta, kedepannya jika ada iven yang menggunakan petugas keamanan agar tidak kasar saat melakukan keamanan.

"Agar tidak terjadi lagi tindak kekerasan terhadap jurnalis. Terutama untuk jurnalis televisi yang membutuhkan audio visual," harapnya.

Sementara, Ketua IJTI Pengda Jambi, Anton Nugroho, menyayangkan peristiwa tersebut. Dia mengutuk keras atas tindakan yang dilakukan oknum petugas itu, sehingga kerja jurnalis Suci terganggu.

Baca: VIDEO: Persiapan Porprov 2018, KONI Jambi Sambangi Kantor Tribun Jambi

Baca: Dulu Jambi Jadi Gudang Atlet Renang

"Kami berharap kepada pihak panitia bertanggung jawab atas tindakan itu dan kami menginginkan kasus ini bisa diselesaikan dengan baik," jelas Anton.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved