Ayam Potong Rp 40 Ribu, Ini Penyebab Mahalnya Harga di Merangin

Ayam potong perkilonya masih diatas Rp 40 ribu, sementara harga telur masih Rp 1.800-2.000 perbutirnya.

Tribun Jambi/Muzakkir
Pedagang telur di pasar Tradisional Merangin 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Hingga kini, harga ayam potong dan telur di pasar Bangko masih tinggi. Ayam potong perkilonya masih diatas Rp 40 ribu, sementara harga telur masih Rp 1.800-2.000 perbutirnya.

Tingginya harga ayam ini dikarenakan pasokan yang masuk ke pasar sedikit. Satu pedagang biasanya bisa menjual 200 hingga 250 kg perhari, sekarang tinggal 100 kg perhari.

Ternyata, pengurangan pasokan ayam potong dan telur yang masuk ke pasar memang ada. Dan itu sudah diketahui oleh pemerintah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merangin Slamet Sudarsono ketika dikonfirmasi mengenai hal ini membenarkan jika saat ini terjadi pengurangan pasokan ke pasar. Dan itu bukan hanya terjadi di Merangin saja, namun juga terjadi di daerah lain.

Kata dia, Dinas terkait membuat kebijakan untuk mengurangi zat hormon tumbuh, hal ini untuk lebih meningkatkan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

"Biasanya ayam potong itu sudah bisa dipotong berkisan umur 24 hingga 40 hari, sekarang ayam itu minimal potong usia 60 hari," kata Slamet.

Dengan kondisi itu, artinya ayam yang harusnya sudah dipotong, kini diperlambat. Selain itu, dengan penambahan usia potong tersebut, produsen juga ikut menanggung biaya lebih, terutama mengenai pakan, obat dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan produksi telur ayam. Biasanya, ayam petelur itu sudah bisa menghasilkan telur diusia enam bulan, kini diusia lebih dari enam bulan.

"Jadi dari segi waktu dan modal itu ada peningkatan, makanya harga berubah," kata pria yang menjabat sebagai wakil ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Merangin ini.

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved