Sadis! Bantingan 'Maut' Olih Solihin Akibatkan Anaknya Tewas, Tangisan Bayi Berujung Kematian
Mulai dari memukul, menampar, menyulut pakai solder dan puntung rokok, sampai puncaknya membanting hingga tewas.
Pelaku berpandangan, cara kekerasan tersebut untuk mendidik anak tirinya dan berhenti menangis.
"Kita kemarin sudah melakukan otopsi untuk kelengkapan alat bukti," tambahnya.
Kenal Pelaku Lewat Facebook Ulfa (32), ibu korban, merupakan warga Pekalongan, Jawa Timur.
Baca: Gibran Komentari Aksi 2019 Ganti Presiden di Depan Gerai Miliknya Hanya dengan 2 Kata Ini
Baca: Optimalkan Kerja Sama, Pemkot Jambi Lakukan Sosialisasi One Gate Collaboration
Ia mengenal korban dari jaring sosial Facebook beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, ia dibujuk pelaku untuk menikah siri dan dibawa ke Karangnunggal, Tasikmalaya.
Saat menikah, Ulfa telah memiliki dua anak yaitu korban serta kakaknya, siswa kelas 4 SD.
Namun, anak pertama Ulfa tinggal di Pekalongan bersama neneknya.
Sementara korban dibawa Ulfa ke Karangnunggal bersama pelaku.
"Rencananya kami akan nikah secara negara sehabis Lebaran ini. Tetapi ternyata malah kejadian seperti ini.
Sebelumnya dia selalu emosian dan sering memukul anak saya," ungkap Ulfa di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

Kini, pelaku berada di ruang tahanan Polres Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pelaku dijerat Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menangis, Balita 18 Bulan Dianiaya Ayah Tiri hingga Tewas"
Baca: Bakal Caleg Ramai-ramai Serbu Rumah Sakit Jiwa Jambi, Ada Apa?
Baca: Prediksi Skor Swedia vs Swiss Piala Dunia 2018 Babak 16 Besar Siaran Langsung Trans TV
Baca: Cewek Digoda Cowok di Medsos, Dibilang Cantik Ganda Dibalas Mengejutkan, Netizen Cewek Setuju