Sadis! Bantingan 'Maut' Olih Solihin Akibatkan Anaknya Tewas, Tangisan Bayi Berujung Kematian
Mulai dari memukul, menampar, menyulut pakai solder dan puntung rokok, sampai puncaknya membanting hingga tewas.
TRIBUNJAMBI.COM, TASIKMALAYA - Tindakan biadab ayah tiri terhadap anaknya yang masih bayi, tersiar dari Tasikmalaya.
Balita laki-laki berumur 18 bulan dibanting ke lantai oleh ayah tirinya hingga tewas.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Sampang Lega, Desa Cintawangi, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.
Pelaku bernama Olih Solihin (34), karyawan bank swasta.
Ia menikahi Ulfa (32), ibu korban sejak empat bulan lalu.
Menurut pengakuan Ulfa ke polisi, Olih membanting anaknya gara-gara terganggu tangisan korban.
Sebelum membanting anaknya ke lantai, pelaku kerap menganiaya korban.
Mulai dari memukul, menampar, menyulut pakai solder dan puntung rokok, sampai puncaknya membanting hingga tewas.
Dari hasil otopsi RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, terdapat beberapa luka di bagian wajah, dada, pinggang, pantat dan kaki korban.
Baca: PPDB 2018 Masih Ramai, Orang Tua Murid Bilang Ada yang Tak Pakai Sistem Zonasi
Baca: Lowongan! Grup Band KotaK Buka Audisi Cari Pemain Keyboard, Anda Minat? Ini Syaratnya
Baca: Brasil Bakal Ketemu Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2018, Ini Hasil Pertandingan Tadi Malam
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma mengaku mendapat laporan dugaan penganiaan balita pada Jumat (29/6/2018).
Setelah polisi turun tangan diketahui pelaku merupakan ayah tiri korban.
Polisi kemudian meringkus pelaku tanpa perlawanan.
"Kita berhasil menangkap pelaku yang diduga telah menganiaya anak balita berusia 18 bulan. Pelaku merupakan ayah tiri korban. Ngakunya jengkel akibat korban sering nangis," jelas Pribadi, Selasa (3/7/2018).
Pribadi menjelaskan, penganiayaan ini bukan kali pertama.
Beberapa kali korban dipukul, ditampar, bahkan kakinya sempat ditempeli solder panas.
Hal itu dilakukan pelaku karena jengkel melihat anak tirinya rewel dan sering nangis.