Ngeri! Terungkap Karena Hal ini Wa Tak Bisa Melawan Saat Ditelan Ular Piton di Kebunnya

Ada kabar manusia dimangsa ular piton kembali gegerkan warga di Indonesia. Kali ini terjadi di Sulawesi Tenggara

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase
Ular Piton 

"Biasanya kejadiannya terjadi setelah Magrib, waktu-waktu satwa buas mencari mangsa. Teknik berburunya yaitu digigit dan langsung dibelit sehingga korban tidak dapat bernafas dan tulang-tulangnya remuk. Setelah meninggal baru ditelan pelan-pelan," jelas Djoko kepada TribunJatim.com, 29 Maret 2017 lalu.

Ia menambahkan, ular jenis ini memang memiliki habitat di kebun atau persawahan pinggir hutan.

Meski piton pada umumnya punya bodi sangat besar, tapi pergerakannya sangat cepat.

Mangsa-mangsa yang pergerakannya gesit pun kadangkala gagal meloloskan diri jika sudah terjadi serangan.

"Monyet, babi, kijang, dan rusa saja bisa tertangkap dan dimangsa, apalagi manusia yang lamban dan kurang awas dengan keadaan sekitar," imbuhnya.

Baca: Belgia Vs Panama, 5 Hal yang Perlu Diketahui Soal Timnas Belgia

Menurut Djoko, salah satu cara untuk dapat menghindari serangan seperti ini adalah jika pergi ke hutan atau kebun pinggir hutan jangan sendirian.

"Cara menghindari jangan sendiri di hutan setelah Maghrib. Harus dalam rombongan minimal 3-5 orang," pungkas ilmuwan yang namanya menjadi landmark spesies katak di Indonesia ini.

Pengamat herpetologi ini juga memberitahu jika di pulau Sulawesi seringkali terjadi serangan.

Setidaknya, 6 orang menjadi korban setiap tahunnya.

Baca: Beredar Video Dugaan Praktek Politik Uang, Tim Fasha Maulana Sebut Bukan Termasuk Tim

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Wanita Tewas Dimakan Piton, Sosok Ini Yakini Inilah Penyebab Wa Tiba Tak Mampu Loloskan Diri, http://bali.tribunnews.com/2018/06/18/wanita-ini-tewas-dimakan-piton-sosok-ini-yakin-ini-penyebab-wa-tiba-tak-mampu-loloskan-diri?page=all

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved