Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

4 Mahar Termahal di Indonesia, Ada yang Tergantung Jenjang Pendidikan dan Status Sosial

Indonesia memiliki banyak suku dengan beragam budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
TRIBUNFILE/IST
Pernikahan 

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia memiliki banyak suku dengan beragam budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Adat tersebut juga tak luput dari tradisi pernikahan berupa mahar.

Pemberian mahar menjadi bentuk penghormatan ada mempelai wanita menjelang pernikahan.

Jumlah dan bentuknya beragam.

Mahar menjadi bentuk ucapan terimakasih atas diterimanya calon mempelai laki-laki.

Sayangnya tak sedikit tradisi mahar ini justru memberatkan pihak laki-laki.

Berikut TribunTravel.com merangkum 4 mahar pernikahan termahal di Indonesia yang dilansir dari berbagai sumber.

Selengkapnya, yuk simak ulasan berikut.

1. Uang Panai Suku Bugis

Suku Bugis terkenal dengan mahar yang dikenal dengan sebutan uang panai.

Besarannya tergantung tingkat pendidikan calon mempelai wanita.

Semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka semakin besar uang panai yang diberikan oleh calon mempelai pria.

Kisaran uang mahar tersebut antara lain, lulusan S1 sebesar Rp 50 juta, S2 sekitar Rp 75 juta dan untuk lulusan S3 sebesar Rp 100 juta.

2. Jujuran Suku Banjar

Suku Banjar di Kalimantan Selatan memiliki tradisi mahar yang disebut Jujuran.

Semua bentuk prosesi pernikahan tradisi Suku Banjar ini ditanggung sepenuhnya oleh pihak pria.

Selain memberikan mahar, pihak calon pengantin pria jaga harus menanggung biaya pesta pernikahan di tempat mempelai wanita.

Masyarakat setempat bisanya mematok mahar tersebut antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta.

3. Mahar Mayam di Aceh

Mahar di Aceh menggunakan emas, besarannya dikenal dengan sebutan Mayam.

Satu mayam sama dengan 3,3 gram emas.

Mempelai laki-laki wajib memberikan mayam, setidaknya 25 mayam.

Jika karga emas per gram sebesar Rp 650 ribu, itu artinya 25 mayam sekitar Rp 53 juta.

4. Japuik di Padang Pariaman, Sumatra Barat

Sama seperti Aceh, Padang Pariaman di Sumatra Barat juga menggunakan emas sebagai mahar yang berlaku.

Mahar emas ini dikenal dengan sebutan Japuik.

Besaran Japuik dikenal dengan sebutan Ameh.

Satu ameh sama dengan 2.5 gram emas.

Banyakya mahar yang diberikan tak hanya tergantung dengan pendidikan mempelai wanita, namun juga strata sosial.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved