Breaking News:

Parenting

Bahaya Menggendong Bayi Sambil Diayun, Bisa Berakibat Fatal

Menggendong bayi seraya diayun kerap dilakukan orang dewasa. Sebagian menganggap hal itu menyenangkan si bayi.

Gejala beratnya adalah muntah terus-menerus, sesak napas, kejang, kelumpuhan, penurunan kesadaran, bahkan kematian karena perdarahan otak.

"Meskipun dampaknya serius, shaken baby syndrome adalah kondisi yang dapat dicegah. Bila bayi menangis, cari tahu penyebabnya. Mungkin ia lapar atau popoknya sudah basah. Dengan mengatasi penyebabnya, bayi akan berhenti menangis," jelas Sepriani.

Mulailah memperhatikan cara Anda menggendong bayi. Jangan mengayunnya terlalu kencang meskipun bertujuan untuk menenangkannya, atau agar ia tidur.

Baca: VIDEO: Festival Seni Budaya Islam Diikuti 11 Kab/Kota di Provinsi Jambi

Baca: Wisata Negeri Kelelawar Tanjung Geluntong Butuh Perhatian Pemkab Kerinci

Baca: 28 Pria Asing Terjaring pada Pesta Ganti Pasangan dengan Wanita Lokal

Jika memungkinkan, gunakan ayunan khusus bayi yang berayun dengan lembut. "Jika bayi diasuh oleh orang lain, beri tahu pengasuh mengenai bahaya shaken baby syndrome agar ia berhati-hati saat menggendong bayi Anda."

Perlu Anda ketahui, adalah hal wajar jika bayi menangis tiap 2-3 jam. Untuk memenuhi kebutuhannya, bayi sangat bergantung pada orang dewasa di sekitarnya. Jadi, seberapapun lelahnya Anda, marah, atau frustasinya Anda jangan pernah mengguncang bayi Anda.

"Ingatlah bahwa menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Saat ia menangis, berikan perhatian dan kasih sayang dengan menggendong bayi sambil menepuknya dengan lembut. Jangan mengguncangnya karena akan berdampak buruk bagi anak Anda," saran Sepriani.

Berikut tautan lengkapnya:

Penulis: Fifi Suryani
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved