Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Mengenal Pramudya Ananta Toer 'Pram Tidak Pernah Tahu Urusan Dapur Kerjanya Cuma'

Sastrawan kawakan Pramudya Ananta Toer, yang karyanya selama ini menjadi inspirasi orang dalam memaknai sejarah

Editor: rida
net
ILUSTRASI Buku Rahasia Hidup R.A. Titin Sumarni 

TRIBUNJAMBI.COM- Sastrawan kawakan Pramudya Ananta Toer, yang karyanya selama ini menjadi inspirasi orang dalam memaknai sejarah perjuangan di tengah penindasan, ternyata memiliki sisi-sisi lain yang tak banyak orang mengetahuinya.

Apa saja?

Hallo, Gus.

Kau sudah besarkah sekarang? Kau sudah di klas 1 SD sekarang? Bagaimana angka-angkamu? Ingin benar aku lihat kau.

Gagahkah kau? Pasti kau bakal gagah seperti kedua kakekmu. Kau rajin belajar dan membantu bunda bukan? Cium padamu, dan sampaikan juga cium papah pada semua kakakmu dan pada bundamu.

Ayahmu selalu,

Pram.

Surat itu tertanggal 6 Oktober 1972, atau tepat tiga tahun setelah si pencerita ulung meninggalkan keluarganya.

Dia 'dibuang' ke Pulau Buru.

Tak terbayang bagaimana orang itu, Pramudya Ananta Toer, di usia yang tak lagi muda, menahan kerinduan akan keenam putrinya dan putra satu-satunya, Yudisthira Ananta, yang pada saat itu baru menginjak tingkat pertama sekolah dasar.

Begitu banyak tanya di suratnya, menandakan rasa ingin tahunya akan kabar keluarganya yang terpisah sekian lama.

Memastikan keluarganya tetap baik-baik saja meski dia terpaksa ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan di pulau terpencil di Timur Indonesia.

Baca: Lebih Lama dari Indonesia, di Negara Ini Puasa Ramadhan Akan Dijalani Hingga 21 Jam

Baca: Tampil Seksi Berjumpsuit Saat Manggung Lucinta Luna Tuai Cibiran Netizen Ternyata Harga Bajunya Cuma

Baca: Lagi, Kurir Sabu-sabu Ditangkap, Angkut Pakai Bus Antarprovinsi

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved