Staf Kepresidenan Bidang Intelijen ini Ternyata Gadungan, Kini Ditangkap Polisi
Sebelumnya beberapa bulan lalu, kelakuan pria dan bersama rekannya itu sempat ramai diperbincangkan dan dibagikan melalui pesan berantai.
TRIBUNJAMBI.COM - Akhirnya SK, pria berusia 40 tahun ditangkap polisi.
Sebelumnya beberapa bulan lalu, kelakuan pria dan bersama rekannya itu sempat ramai diperbincangkan dan dibagikan melalui pesan berantai.
Baca: JR Saragih Jadi Tersangka Setelah Dinas Pendidikan DKI Jakarta Buka Suara
Baca: Mahfud MD Nyatakan Siap Berdialog jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Baca: BNNP Jambi Turunkan 20 Anggota ke Sungai Penuh, Beredar Kabar Dua Warga Diamankan Karena Narkoba
Biasanya ia dan rekannya, H, menikmati kehidupan mewah dengan mengaku sebagai staf kepresidenan Republik Indonesia.
Penuturannya dalam pemeriksaan, awalnya, SK bertemu dengan seorang pria berinisial H yang masih dalam pengejaran polisi.
Kepada SK, H menawarkan jasa pembuatan ID staf kepresidenan bidang intelijen dan lencana palsu dengan harga Rp 5 juta sekali memesan.
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi mengatakan, berbekal ID palsu dari H, SK berkeliling ke sejumlah tempat dan mendekati sejumlah pejabat di berbagai daerah.
"Awalnya SK ini meng-entertaint para korbannya, misalnya mengajak makan di tempat makan mewah, karaoke dan sebagainya".
Baca: Bakal Ada Perubahan Besar Terhadap Orang dengan 4 Zodiak ini, Hingga Cowok Naksir Kamu?
Baca: RSPN Ingin Mendeklarasikan Gatot Nurmantyo Sebagai Capres Usai Jenderal TNI Tersebut Pensiun
Baca: JR Saragih Jadi Tersangka Setelah Dinas Pendidikan DKI Jakarta Buka Suara
Baca: Prakiraan Cuaca Hari Ini, Hujan Lokal Bakal Terjadi di 4 Wilayah Ini
"Kepada para korban SK mencoba meyakinkan bahwa dirinya punya pengaruh," ujar Ade di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/3/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/staf-kepresidenan-bidang-intelijen-ini-ternyata-gadungan_20180316_102528.jpg)