Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dokter Kepresidenan Dikirim ke Jerman Pantau Kesehatan Habibie

Presiden Joko Widodo akan mengirimkan dokter kepresidenan ke Munchen, Jerman, untuk memantau kondisi kesehatan presiden

Editor: Fifi Suryani
youtube
Habibie-Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan mengirimkan dokter kepresidenan ke Munchen, Jerman, untuk memantau kondisi kesehatan presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie. Diketahui, saat ini Habibie tengah dirawat di rumah sakit di Jerman.

"Saya akan mengirim dokter kepresidenan untuk memantau langsung kondisi kesehatan beliau di sana, dan Pemerintah Indonesia tentu akan memberikan dukungan yang terbaik untuk beliau," kata Presiden Jokowi melalui akun Facebook resminya, Minggu (4/3/2018).

Baca: Supermarket Heboh Karena Ulah 2 Balita, Rak Pakaian Runtuh. Sementara Ayahnya. . .

Presiden pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan Habibie agar kondisi kesehatannya membaik. "Mari berdoa untuk kesembuhan Pak Habibie. Semoga beliau segera pulih dan kembali ke tengah-tengah kita dalam keadaan sehat seperti sediakala," lanjut Presiden.

Mantan Presiden RI Bacharuddin Jusuf Habibie dirawat di rumah sakit di Jerman karena kondisi kesehatannya menurun. BJ Habibie mengalami masalah pada klep jantungnya. Hal itu diungkapkan oleh Rubijanto, sekretaris pribadi Habibie. Pada Kamis (1/3/2018) lalu sekitar pukul 20.00 WIB atau pukul 14.00 waktu Muenchen, Rubijanto berbicara melalui sambungan telepon dengan Habibie.

"Dengan suara parau beliau menjelaskan bahwa pada awalnya sulit dan sesak bernapas yang terjadi pada Selasa," kata Rubijanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu. Setelah mengalami sesak napas itu, Habibie dibawa ke Klinik Starnberg di Muenchen.

Tim dokter langsung memeriksa kondisi Habibie. "Diketahui klep jantung termonitor ada kebocoran, seperti yang dialami oleh almarhumah Hasri Ainun Habibie," kata Rubijanto.

Baca: VIDEO: Bayi Ini Menangis Histeris saat Benda Ini Direnggut Darinya. Siapa yang Salah?

Baca: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Terjadi Satu Minggu ke Depan

Akibat kebocoran klep jantung itu, terjadi penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter, sehingga Habibie terasa sulit bernapas.

"Tensi (tekanan darah) meningkat sampai 180 atas," ujarnya. Berdasarkan analisis dokter, Habibie harus segera menjalani operasi jantung atau dapat dilakukan pengobatan dan tindakan dengan cara yang lebih canggih. Habibie, kata Rubijanto, memilih untuk menjalani tindakan dengan menggunakan metode yang lebih canggih.

Pada Jumat kemarin, tim dokter melakukan pemasangan kateter dari mulut. Itu dilakukan untuk mengetahui persisnya kebocoran klep jantung dan untuk menentukan tindakan mana yang lebih tepat untuk ditempuh. Menurut Rubijanto, Habibie berharap pada pelaksanaan tindakan operasi jantung di Muenchen dapat dihadiri dan disaksikan oleh paling tidak dua dokter spesialis ahli jantung dari Indonesia dan satu personel tambahan Paspampres.

Baca: GALERI FOTO: 72 Klub se-Provinsi Jambi Perebutkan Tiket ke Korea

Baca: Jalan Utama Rusak Parah, Warga Minta Cepat Diapal

Baca: WOW! Properti Citra Raya City Sudah Laku 1.750 Unit

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved