Kisah Seorang Bocah yang Menggetarkan Hati dan Dicari Oleh Stefano Lilipaly
Bocah dengan keterbatasan fisik, I Putu Ari Krisna Saputra, menarik perhatian gelandang Bali United Stefano Lilipaly
Baca: Albothyl Ditarik dari Peredaran, Ini yang Disarankan BPOM Untuk Pengganti Obat Sariawan
Meski demikian, Wayan Arsana memaklumi jika Yoko tidak diperkenankan untuk mengikuti pelajaran olahraga di sekolah.
“Maklum, mungkin saja gurunya khawatir dengan kondisi Yoko. Makanya, olahraga yang diperbolehkan untuknya hanya senam,” ucap Wayan Arsana.
Sembari melihat kedua anaknya bermain sepak bola, Wayan Arsana mengungkapkan bahwa saat Yoko di dalam kandungan, dirinya tidak merasakan firasat apapun.
Pihak keluarga bahkan menganggap bahwa Yoko merupakan anak kembar.
Saat Yoko lahir, Wayan Arsana mendapati bahwa anak pertamanya mengalami kekurangan fisik.
Baca: Perayaan Imlek, Barongsai dan Alunan Musik Kecapi akan Ramaikan Jamtos
“Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena menurut saya, Yoko adalah titipan dari Tuhan. Begitu juga saya dinasehati oleh orang pintar (balian) bahwa Yoko merupakan reinkarnasi dari leluhur sebelumnya.
Sebab, dipercaya ke depan Yoko akan menjadi orang yang luar biasa, sehingga wajib dijaga sepenuh hati dan tidak diperbolekan berada jauh darinya,” ujarnya.
Nasihat tersebut menjadi pedoman Wayan Arsana dan sang istri dalam merawat serta membesarkan Yoko.

Sebab itulah, pihak keluarga tidak memperkenankan Yoko untuk disekolahkan ke YPAC (Yayasan Pendidikan Anak Cacat), dan lebih memilih untuk mengirimkannya ke sekolah umum.
Selain itu, alasan bahwa Yoko merupakan reinkarnasi dari leluhur juga menjadi dasar pihak keluarga selalu menolak bantuan berupa kaki palsu.
Baca: Roro Fitria Bisa Tertawa Saat Kedua Pria ini Datang Menjenguknya
Diakui Wayan Arsana, banyak pihak yang ingin membantu memberikan kaki palsu pada Yoko.
Namun pemasangan kaki palsu itu, menurut dia, mewajibkan untuk amputasi. Sementara dalam kepercayaan dirinya, jika melakukan amputasi, maka dapat menyebabkan kematian.
Pria berusia 38 tahun ini juga mengatakan bahwa pada saat lahir, ukuran plasenta (ari-ari) Yoko dua kali lebih besar dari kebanyakan ari-ari bayi pada umumnya.
Baca: GALERI FOTO: Ini Yang Paling Laris Jelang Perayaan Imlek di Mal-mal Kota Jambi
Pada umumnya di Bali plasenta dikubur dengan dimasukkan pada batok kelapa, sementara ari-ari Yoko dimasukkan ke dalam periuk.
Begitupun saat bayi, Yoko juga memiliki penjaga yang berwujud kadal berekor dua sepanjang 15 sentimeter.
“Sayapun heran, hewan itu biasanya datang saat odalan, serta saat upacara adat. Biasanya ditemui di bawah bantal yang ditiduri oleh Yoko. Begitu pun saat saya pindah ke daerah Buahan, Terunyan, hewan tersebut juga tetap mengikuti,” ujarnya.
Arsana semakin yakni jika Yoko memiliki penjaga adalah saat seseorang berlaku kasar pada Yoko, maka balasan atas perbuatan tersebut segera dirasakan oleh si pelaku.
Arsana yang bekerja sebagai tukang pijat keliling ini mengakui, sebagai orang tua tentu sempat juga merasa jengkel saat anaknya membandel.
Baca: Video - Jurus Ampuh Melepaskan Diri Ajaran Polisi Ini, Bikin Tak Berhenti Tertawa
Sempat dirinya tanpa sengaja menjewer telinga Yoko.
Namun tidak berselang lama, ia juga merasakan hal yang sama dengan yang dilakukannya pada anaknya tersebut.
“Sejak saat itu, saya sadar jika tidak boleh berlaku kasar kepada anak. Bukan hanya pada Yoko, namun juga pada Kadek,” tandasnya.(mer/rik)