3 Kelurahan di Kota Jambi Ini Banyak Kawasan Kumuhnya
Meskipun sudah masuk dalam kategori kota besar, jumlah kawasan kumuh di Kota Jambi hingga saat ini cukup banyak.
Penulis: Rohmayana | Editor: Suci Rahayu PK
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Meskipun sudah masuk dalam kategori kota besar, jumlah kawasan kumuh di Kota Jambi hingga saat ini cukup banyak.
Data dari Dinas Tata Ruang dan Perumahan (Distarum) Kota Jambi bahwa saat ini ada sekitar 987,6 hektar kawasan kumuh yang tersebar di kota Jambi. Sebagian besar berada di Kelurahan Solok Sipin, Kelurahan Telanaipura, dan Kecamatan Jambi Timur.
Menurut Mahruzar, Kabid Pemukiman Distarum Kota Jambi bahwa jumlah kawasan kumuh tersebut sudah tertuang berdasarkan SK Walikota Jambi.
Dimana ada sekitar 987,6 hektar kawasan kumuh di Kota Jambi. Menurutnya jumlah kawasan kumuh di Kota Jambi setiap tahun mengalami pengurangan sekitar 10 sampai 15 persen.
Baca: Polres Muarojambi Ungkap 327 Kasus di Tahun 2017, Paling Banyak Narkoba
Pengurangan dilihat dari penanganan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menangani kawasan kumuh.
Dirinya mencontohkan seperti di Kelurahan Legok yang saat ini sudah banyak perbaikan jalan setapak,saluran air dan pembangunan jembatan. Contoh lain jalan setapak di pulau pandang, beringin, dan rajawali.
Baca: Pelaku PETI di Merangin Kabur Seberangi Sungai, Dompeng yang Ditinggalkan Dibakar
“Termasuk saluran air dan hiasan mural didinding sebagai pemanis seperti di Kawasan Beringin. Ini salah satu cara untuk mengurangi kawasan kumuh agar terlihat lebih bersih, rapi dan sehat. Untuk kategori kawasan kumuh di 2017 mendapatkan bantuan dari APBN,”ujarnya.
Nantinya, di 2018, Pemerintah kota Jambi telah menyediakan anggaran sekitar RP 2 Miliar untuk penanganan kawasan kumuh yang berasal dari APBD Kota Jambi. Penanganan lebih banyak fokus di Keluarahan Solok Sipin dan Kelurahan Telanaipura Kota Jambi.
Baca: Horor! Rayakan Ultah Dengan Pria Beristri, Penari Bar Cantik Mengalami Hal Mengenaskan Setelahnya
“Meskipun Telanaipura itu bisa dikatakan ibu kotanya kota Jambi, namun masih ada kawasan kumuh di sana. Seperti yang berada di belakang UNJA. Kita benahi salurannya serta buat jalan setapak,”ujarnya.
Nantinya, penanganan kawasan kumuh tidak akan terbentur dengan program bangkit berdaya. Karena hal tersebut akan dikoordinasikan dengan pemerintah setempat seperti lurah dan camat.
Baca: Mewek Bacanya! Tahu Adiknya Akan Meninggal Karena Kanker, Bocah 3 Tahun Ini Lakukan Hal Tak Terduga
“Kita tetap koordinasi dengan PU dan perangkat setempat. Kalaupun ada program bangkit berdaya bisa dialihkan,” Ujarnya.