Breaking News:

Sumber Rasa Cemburu Ada di Bagian Otak Sebelah Ini, Penelitian Ilmiah

Selain melihat aktivitas otak, para peneliti juga sudah menguji kadar hormon monyet jantan.

Editor: Edmundus Duanto AS
Foto Instagram
Kolase foto cewek cantik pendukung Timnas u-22 menangis. 

 TRIBUNJAMBI.COM - Kecemburuan. Kita semua pernah berhadapan dengan emosi ini. Dalam sebuah hubungan, cemburu muncul karena emosi yang lebih kuat dan mendasar, seperti rasa iri, ketidaknyamanan, kemarahan, atau ketakutakn ditinggal dan ditolak.

Psikolog berkata bahwa cemburu itu sama seperti emosi yang lain, tidak baik tetapi juga tidak buruk. Ini merupakan sifat yang timbul karena reaksi akan sesuatu.

Namun, dari otak sebelah manakah cemburu berasal?

Berbekal rasa penasaran tersebut, para peneliti dari Universitas California Davis memutuskan untuk mempelajari monyet titi dan mengidentifikasikan syaraf kecemburuan pada primata yang mirip 96 persen dengan manusia tersebut.

Monyet titi (Callicebus cupreus) berasal dari lembah sungai Amazon, Brasil. Dia merupakan salah satu dari segelintir primata yang mempraktikkan monogami seumur hidup.

Seperti manusia, monyet ini membentuk ikatan yang erat dalam hubungan dan menjadi marah saat berpisah dengan pasangannya. Monyet titi jantan bahkan dikenal selalu siap menjaga pasangannya dari bahaya.

Peneliti di Pusat Penelitian Primata National California di UC Davis memublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal online Frontiers in Ecology and Evolution.

Dilansir dari Big Think 26 Oktober 2017, peneliti utama Dr Karen Bales mengatakan, mereka memiliki perilaku dan emosi seperti yang kita rasakan. Pasangan monyet titi saling menjaga pasangannya, dan monyet titi jantan menunjukkan respons cemburu. Mereka mengibas-ngibaskan ekor dan membungkukkan punggung saat cemburu.

Untuk membangkitkan emosi cemburu, Dr Bales dan rekannya menempatkan setiap monyet betina dengan seekor monyet jantan asing di tempat yang sama selama setengah jam. Keduanya dapat dilihat oleh pasangan dari betina tersebut dengan jelas.

Para peneliti juga memiliki kelompok pengontrol, di mana ada betina dan jantan yang sama-sama asing ditempatkan di satu tempat yang sama.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved