Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

VIDEO: Sumur Minyak Ilegal di Hutan Negara, "Ini Gila Sekali"

Sumur minyak ilegal di Provinsi Jambi ternyata masih banyak yang dioperasikan diam-diam oleh warga. Penangkapan tak bikin ciut nyali

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sumur minyak ilegal di Provinsi Jambi ternyata masih banyak yang dioperasikan diam-diam oleh warga. Serangkaian penangkapan dan penutupan tak lekas membuat pelaku ciut nyali.

Toto K Surata, Asisten Manager Security, PT Pertamina Aset 1 Field Jambi terperangah saat tiba di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Selasa (2/5).

Di sanalah, aktivitas illegal drilling masih berlangsung dari 20an sumur minyak. "Seharusnya di kawasan hutan milik negara mereka tidak boleh melakukan aktivitas segila ini. Ini gila sekali," ungkap Toto K Surata ketika melihat kondisi pengeboran minyak ilegal yang lokasinya tak jauh dari rumah warga.

Kemarin Tribun turut serta bersama tim gabungan penutupan sumur ilegal tersebut. Setelah menempuh waktu perjalan hampir dua jam dari Kota Jambi, tibalah di lokasi. Cairan hitam yang merupakan minyak mentah hasil penambangan ilegal terlihat disepanjang jalan aspal ketika memasuki Desa Pompa Air.

Aroma minyak mentah menguar. Baunya menyengat. Tapi, sepertinya ini bukan hal baru bagi warga sekitar. Sudah dua tahun belakangan aktivitas melanggar hukum itu berjalan.

Pantauan Tribun, setidaknya ada tiga sumur yang masih disedot minyaknya. Para pekerja sudah tak tampak dis ana. Mirisnya, dua sumur yang berjarak satu dengan lainnya hanya 10 meter berada di kawasan hutan negara, yakni Taman Hutan Raya yang luasnya lebih dari 15 ribu hektare.

Sejumlah peralatan untuk menyedot minyak masih terpasang rapih. Sepeda motor difungsikan untuk menarik minyak dari dalam sumur. Tak jauh dari lokasi tersebut, aliran anak sungai sudah tak keruan karena hampir 100 persen airnya tercampur minyak mentah.

Menurut Toto, jumlah sumur pengeboran minyak ilegal di kawasan hutan milik negara mencapai puluhan. "Kita baru melakukan penyisiran, tapi tidak begitu (masuk) dalam. Kita sebelumnya memantau melalui alat drone, cuma tertutup pepohonan sawit," jelasnya.

Kata dia untuk di Desa Pompa Air, setidaknya terdapat 22 sumur yang baru ditemukan. Kini semuanya secara bertahap dalam tahap penutupan permanen dengan material semen khusus.

“Kita sudah bekerja melakukan penutupan sumur sejak empat hari, ini sudah 15 sumur yang kita timbun, ada tujuh sumur lagi," katanya.

Mengenai temuan itu, ia bilang melihat masih adanya drum-drum berisi minyak mentah diduga penambang beraktivitas di malam hari. Toto meyakini masih ada lagi sumur di sekitar lokasi tersebut. Dugaanya masih ada banyak sumur yang berada di desa tetangga. “Nanti akan kita telusuri," imbuhnya.

Toto bilang jika tidak ada ketegasan dari pemerintah dan penegak hukum menyikapi persoalan ini, maka aksi penambangan minyak ilegal akan terus terjadi.

"Percuma juga kalau sekarang kita tutup, nanti mereka bisa saja cari lokasi baru. Kita berharap ada pengawasan pasca kegiatan kita ini oleh pihak pemda dan penegak hukum," pintanya.

Aktivitas ilegal pun sepertinya terorganisir, dalam artian sudah ada penampung untuk kemudian diolah. Toto menjelaskan, kebanyakan minyak pengeboran ilegal di Desa Pompa Air dikirim ke wilayah Bayung Lincir, Sumatera Selatan untuk dikelola.

"Makanya banyak minyak bensin eceran itu hasil minyak ini, kualitasnya sangat buruk," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved