Pernyataan Luhut Panjaitan Menyiratkan Dukungan Pencalonan Setnov di Munaslub Golkar

telah diketahui publik keduanya memiliki hubungan spesial terkait isu 'Papa Minta Saham' PT Freeport

Editor: bandot
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sembilan Kandidat Bakal Calon (Balon) Ketua Umum DPP Partai Golkar Ade Komarudin (kiri), Airlangga Hartato (kedua kiri), Aziz Syamsudin (ketiga kiri), Mahyudin (keempat kiri), Indra Bambang Utoyo (tengah), Priyo Budi Santoso (keempat kanan), Setya Novanto (ketiga kanan), Syahrul Yasin Limpo (kedua kanan) dan Watty Amir (kanan) berfoto bersama usai mengikuti acara Sosialisasi Para Balon Ketua Umum DPP Partai Golkar oleh Panitia Pengarah (SC) Munaslub Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (2/5/2016). Sosialisasi tersebut diikuti oleh keseluruh para bakal calon ketua umum Partai Golkar dan mengambil tema Solid Terkonsolidasi, Efektif Mengemban Misi, Berjaya Dikala Pemilu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernyataan Menkopolhukkam Luhut Panjaitan menyiratkan dukungan pencalonan Setya Novanto di Munaslub Golkar. Demikian dikatakan Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia ketika dihubungi, Senin (9/5/2016).

"Yang cukup disayangkan ternyata dukungan itu adalah dukungan pribadi dan bukan seperti yg diberitakan selama ini bahwa Setya Novanto didukung oleh RI 1, Pak Jokowi. Hal itu juga sudah ditegaskan oleh Juru Bicara Presiden, Johan Budi," kata Doli.

Doli menilai upaya pencatutan nama Jokowi dan menjadi bahan jualan kampanye kepada pengurus daerah merupakan cara yang tidak fair. Cara tersebut, menurutnya, sangat mengganggu proses demokrasi di tubuh partai.

Ia menuturkan hal tersebut sama saja tidak mengedepankan konsep kemajuan Golkar melainkan pengaruh uang dan kekuasaan.

"Hal itu akan berdampak buruk buat pembangunan partai ke depan. Memalukan! Kalau Pak Luhut ya tentu punya kepentingan untuk mendukung Setya Novanto," imbuhnya.

Apalagi, kata Doli, telah diketahui publik keduanya memiliki hubungan spesial terkait isu 'Papa Minta Saham' PT Freeport. Ia pun mempertanyakan apakah bentuk dukungan Luhut sebagai teman biasa atau urusan bisnis dan kekuasaan.

"Kalau hal itu (urusan bisnis) yang terjadi, maka upaya untuk bangkit dan mengembalikan kejayaan partai hanya tinggal mimpi. Partai ini akan tersandera dengan kepentingan orang-orang tertentu saja. Apakah kita sebagai warga partai rela kehilangan hak kita dikebiri oleh kepentingan beberapa orang saja," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved