Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

HUT ke-90, Ratu Inggris tak Sekaya yang Dikira Orang

RATU Kerajaan Inggris Raya, Queen Elizabeth II genap berusia 90 tahun pada 21 April 2016 kemarin. Rangkaian perayaan

Editor: Fifi Suryani
REUTERS/POOL

Berdasar sejarahnya, Privy Purchas ini merupakan pendapatan ratu dari Duchy of Lancaster, sebuah area komersial milik pribadi, agribisnis dan perumahan di era 1265.

Tahun lalu pendapatan Ratu Elizabeth dari pos ini senilai £ 16 juta atau US$ 22,6 juta (sekitar Rp 300 miliar), yang merupakan nilai tertinggi dalam sejarah.

Ratu menggunakan dana ini untuk membayar biaya-biaya resmi dan pengeluaran pribadi, termasuk biaya-biaya yang dikeluarkan anggota keluarga kerajaan yang mewakili Ratu di acara-acara resmi.

Kekayaan pribadi
Kekayaan dan pendapatan pribadi Sang Ratu diperkirakan sekitar £ 340 juta (US$ 490 juta).

Elizabeth II mewarisi Kastil Balmoral di Skotlandia dan Sandringham Estate di bagian timur Inggris, dari ayahnya. Dia juga memiliki koleksi prangko dan beragam benda seni yang bernilai tinggi.

Sang Ratu tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan atau mengumumkan investasi pribadinya.

Namun media Inggris melaporkan Ratu yang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke -90 tahun ini memiliki saham di perusahaan blue chips Inggris. Media juga menggambarkan portofolio Sang Ratu sebagai ‘konservatif’.

Sampai tahun 1992, Ratu tidak membayar pajak apa pun. Namun sejak 1993, pendapatan dan keuntungan investasi (capital gain) dari kekayaan pribadinya dikenakan pajak dengan tarif yang sama dengan wajib pajak lainnya.

Sang Ratu juga membayar pajak atas Privy Purse. Namun Sovereign Grant bebas dari pajak pendapatan.

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved