Lima Hari Naik Motor Dari Medan ke Jambi, Mantan Guru Honorer Congkel Jok Motor Karena Kelaparan
Anak dua mau dikasi makan, sudah hampir setahun nganggur. Istri minta cerai karena saya dak lagi ngajar
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: bandot
"Uang kami habis, rencananya di sini mau cari kerja, sudah ada yang nawari kerja jadi buruh sawit makanya kami ke Jambi,"kata Alimsyah.
"Pas sampai disini mau makan uang tidak punya, terpaksa kami nyongkel,"sambung Alimsyah.
Alasan ekonomi lagi-lagi menjadi motif awal dalam menjakankan aksi kejahatan.
Hal ini di benarkan oleh Abdul,"Pakai motor saya, karena sudah tidak ada uang. Kami ke Jambi mau kerja,"katanya.
Kepada awak media Abdul mengaku pernah bekerja sebahai guru kontrak untuk SMP di Aceh.
Namun satu tahun lalu kontraknya tak lagi diperpanjang, sempat menganggur satu tahun ayah dua anak ini pun hanya pasrah saat istrinya minta cerai.
"Anak dua mau dikasi makan, sudah hampir setahun nganggur. Istri minta cerai karena saya dak lagi ngajar. Waktu ngajar gajinya perjam cuma lima ribu itu pun dak diperpanjang lagi,"katanya.
Lulusan sarjana dari Kota Medan ini akhirnya nekat menempuh perjalanan ke Jambi dengan jarak waktu lima hari menggunakan sepeda motor untuk mencari pekerjaan yang layak.
Namun naas, setibanya di Jambi bukan pekerjaan yang layak yang didapat. Mantan guru SMP bidang pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ini harus meringkuk di Polsekta Telanaipura usai terlibat aksi pencurian.
Di hadapan polisi Abdul dan rekannya mengaku baru sekali melakukan aksinya.
Kapolsek Telanaipura, Kompol Ahmad Bastari Yusuf mengatakan keduanya dibekuk sesaat usai menjalankan aksinya.
"Mereka kita amankan setelah beraksi, atas informasi petugas jaga di kantor gubernur kita lakukan penangkapan,"kata Bastari.
Disampaikan Bastari, Salah seorang tersangka yakni Alimsyah sudah melakukan aksi serupa sebelumnya.
Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan di Polsekta Telanaipura.
Dari keduanya diamankan barang bukti beripa dompet milik korban berikut uang tunai 150 ribu rupiah.