Lima Hari Naik Motor Dari Medan ke Jambi, Mantan Guru Honorer Congkel Jok Motor Karena Kelaparan
Anak dua mau dikasi makan, sudah hampir setahun nganggur. Istri minta cerai karena saya dak lagi ngajar
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: bandot
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nasib naas dialami Abdul Hakim (34) guru kontrak asal Medan, Sumatera Utara ini kini hanya bisa menunduk usai diamankan jajaran Polsekta Telanaipura Senin (28/3/2016) kemarin.
Seperti terlihat selasa, (29/3) siang di ruang Reksrim Polsekta Telanaipura, Abdul hakim hanya tertunduk.
Ia mengenakan baju bewarna oranye bermerek tahanan polsek dan celana pendek. Sementara tangan kirinya diborgol bersama rekannya.
Sambil menunduk, Ia menjawab setiap pertanyaan yang disebutkan Kanitreskrim Polsekta Telanaipura, Kota Jambi.
Sambil menyender di tembok, kaki kirinya sesekali di silangkan ke belakang. Hanya sesekali ia mendongakkan wajah saat ditanya polisi.
Ia dibekuk bersama rekannya Alimsyah Gultom (28) setelah tertangkap tangan mencongkel jok motor milik salah seorang mahasiswa.
Ia dibekuk Senin sore di kawasan Kantor Gubernur Jambi, Sekitar pukul 17.30 Wib. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian diketahui jika kedua tersangka menjalankan aksinya dengan mencongkel jok motor korban.
Pelaku ketika itu baru tiba di Jambi, di kawasan kantor Gubernur Jambi kedua tersangka melihat korban yang baru datang menyimpan dompet di jok sepedamotornya.
Saat korban sedang joging, keduanya kemudian beraksi. Abdul Hakim bertugas memantau situasi.
Sementara, Alimsyah bertugas sebagai eksekutor.
"Pake tangan kami nyongkel, saya pernah kerja di bengkel jadi tahu selanya,"kata Alimsyah kepada awak media Selasa (29/3/2016) siang.
Tersangka mengaku nekat menjalankan aksinya karena baru tiba di Jambi dan tak tahu hendak kemana.
Keduanya menempuh perjalanan dari Kota Medan ke Jambi menggunakan sepeda motor dengan menempuh waktu lima hari.
Namun setibanya di Jambi, tersangka mengaku kehabisan uang dan kelaparan karena uang yang mereka punya sudah habis di gunakan untuk membeli bahan bakar dan makan selama dalam perjalanan.