Kelak Tak Ada Antrean Lagi di Loket

Seorang petugas dengan sabar mengarahkan seorang calon penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A

Sebelumnya, KCJ juga meluncurkan tiket commuter line dalam bentuk gelang. Harga gelang tersebut Rp 75.000 dengan isi saldo Rp 25.000. Menurut Fadhillah, selisih harga dengan nominal saldo bukan berarti KCJ mendapat banyak keuntungan dari penjualan gelang tersebut. Pengadaan gelang tersebut butuh dana riset dan pengembangan serta biaya material, seperti cip impor dan lainnya.

Nah, gelang yang bertuliskan Commuter ini memiliki fungsi tak berbeda dengan kartu multitrip yang selama ini digunakan oleh penumpang commuter line. Penumpang yang telah memiliki gelang tersebut bisa menempelkan pada gerbang e-ticketing yang ada di tiap stasiun. “Gelang ini lebih ke style saja,” ujar Fadhillah.

Bisa dibilang, C-VIM dan gelang menjadi sejarah dalam sistem pertiketan KRL Commuter Line Jabodetabek. Pengguna setia KRL tentu ingat saat tiket masih berupa secarik kertas. Sekarang, tiket telah digantikan dengan kartu e-ticketing. Dulu calon penumpang harus mengantre di loket, kini sudah bisa dilayani melalui vending machine.

Melalui beragam inovasi ini, KCJ menargetkan, jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang per hari pada 2019. Dengan pertumbuhan rata-rata 15,6% per tahun, jumlah penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek mencapai 255 juta orang per tahun atau 800.000 orang per hari pada tahun lalu.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved