GALERI FOTO: Sang "Rajawali" Buatan 1997 masih Disimpan Kopka Syahruddin

Ratusan warga bersama anggota TNI mendadak berkumpul di halaman Kantor Gubernur Jambi, Rabu (23/12)

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HANIF BURHANI

Bibirnya bersiul yang dipercaya bagi pemain layang-layang untuk mengundang angin. sepintas gayanya seperti sedang strike menarik ikan.

Kepada awak media ia mengaku gemar memancing di sungai. Hobinya ini kemudian dibawa pada kegiatan tersebut.

"Karena layang-layangnya model ikan, saya kebetulan hobi mancing jadi sekalian dipadukan dengan hobi,"katanya.

Bermain layang-layang sudah menjadi hobinya sejak kecil. Ia bahkan mengaku masih menyimpan layang-layang Rajawali buatan tahun 1997 yang digunakan semasa masih SMP.

"Sudah lebih 20 tahun baru main layangan lagi. Di rumah ada layangan ukuran panjang 2 meter masih disimpan,"katanya.
"Ini bawa anak sama istri sekalian hiburan, main layang-layang,"katanya.

Danrem 042/Gapu, Kolonel Inf Makmur mengatakan, sebanyak 1.200 layang-layang hari ini diterbangkan secara serentak, termasuk di jajaran Kodim di kabupaten/kota Provinsi Jambi.

"Sambil mengisi hari libur anak-anak, kita mengenalkan kembali tradisi kita menaikkan layang-layang yang mulai ditinggalkan anak-anak sekarang," kata Kol Inf Makmur.

"Bagi saya bermain layang-layang sama dengan memimpin, kadang kita harus keras, kadang kita harus lembut," kata Danrem.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved