GALERI FOTO: Sang "Rajawali" Buatan 1997 masih Disimpan Kopka Syahruddin
Ratusan warga bersama anggota TNI mendadak berkumpul di halaman Kantor Gubernur Jambi, Rabu (23/12)
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Ratusan warga bersama anggota TNI mendadak berkumpul di halaman Kantor Gubernur Jambi, Rabu (23/12) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Bukan senjata yang ada di tangan mereka, namun mainan anak-anak berupa layang-layang.
Hari itu kurang lebih sebanyak 1.200 layang-layang diterbangkan secara serentak di seluruh Provinsi Jambi. Kegitan ini digelar dalam rangka festival layang-layang Merah Putih memperingati HUT ke 70 Kodam II Sriwijaya. Kecerian tampak dari wajah mereka yang hadir. Beberapa diantaranya tampak membawa anggota keluarga.
Layang-layang yang diterbangkan pun beragam model. Ada yang model pesawat perang dilengkapi suara seperti mesin dan baling-baling yang akan berputar saat diterbangkan. Ada juga model burung dan ikan yang kesemuanya di buat dengan dua warna, yakni merah di bagian atas dan putih di bagian bawah.
Kapten Sucipto, satu diantara peserta festival layang-layang mengaku kembali bernostalgia dengan bermain layang-layang. Pria 54 tahun ini mengajak cucu dan istrinya pada kesempatan tersebut. Ia mengaku lupa kapan terakhir bermain layang-layang.
"Memperkenalkan kepada cucu supaya menggemari permainan layang-layang yang mulai dilupakan. Saya lupa kapan terakhir mungkin sekitar 30 tahun lalu, baru main lagi, terakhir main jaman SMP dulu,"katanya.
Selain bernostalgia, ia mengaku kembali merasakan suasana keakraban di zaman ketika ia masih SMP dulu. Ia berharap, bisa menularkan keasyikan bermain layang-layang kepada cucunya.
"Intinya ada nilai keakraban, kebersamaan dalam bermain layang-layang. Ini perlu dilestarikan,"katanya.
Diantara ratusan peserta yang mengikuti festival layang-layang, keluarga Kopka Syaharudin yang paling menyita perhatian.
Bagaimana tidak, Personel TNI dari Korem 042/Garuda Putih ini bermain layang-layang dengan menggunakan stik pancing.
Dari pantauan Tribun, Kopka Syaharudin bersama istri dan anaknya tak canggung jadi perhatian peserta lainnya. Ia menggunakan stik pancing untuk menaikkan layang-layang.
Alat yang biasanya digunakan untuk memancing ini dipakai secara bergantian dengan beberapa anaknya, bahkan anak paling bungsu Kopka Syaharudin tampak asik berlari-lari ditengah lapangan sambil memegang stik pancing.
Gayanya menaikkan layang-layang pun layaknya orang memancing, menarik dan mengulur tali dengan menggunakan gulungan yang berada di tangkai pancing.
Ujung stik di taruh di perut, ketika angin cukup kencang, ia mengulur tali. Namun saat angin reda, ia menggulung sambil menghentakkan stik yang membuat layang-layang naik keatas.
Bibirnya bersiul yang dipercaya bagi pemain layang-layang untuk mengundang angin. sepintas gayanya seperti sedang strike menarik ikan.
Kepada awak media ia mengaku gemar memancing di sungai. Hobinya ini kemudian dibawa pada kegiatan tersebut.
"Karena layang-layangnya model ikan, saya kebetulan hobi mancing jadi sekalian dipadukan dengan hobi,"katanya.
Bermain layang-layang sudah menjadi hobinya sejak kecil. Ia bahkan mengaku masih menyimpan layang-layang Rajawali buatan tahun 1997 yang digunakan semasa masih SMP.
"Sudah lebih 20 tahun baru main layangan lagi. Di rumah ada layangan ukuran panjang 2 meter masih disimpan,"katanya.
"Ini bawa anak sama istri sekalian hiburan, main layang-layang,"katanya.
Danrem 042/Gapu, Kolonel Inf Makmur mengatakan, sebanyak 1.200 layang-layang hari ini diterbangkan secara serentak, termasuk di jajaran Kodim di kabupaten/kota Provinsi Jambi.
"Sambil mengisi hari libur anak-anak, kita mengenalkan kembali tradisi kita menaikkan layang-layang yang mulai ditinggalkan anak-anak sekarang," kata Kol Inf Makmur.
"Bagi saya bermain layang-layang sama dengan memimpin, kadang kita harus keras, kadang kita harus lembut," kata Danrem.