Selasa, 12 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

FOTO - Begini Ritual Adat Minta Hujan di Kerinci

Nuansa mistis mulai terasa di lokasi ritual, terlebih selama ritual dilaksanakan, diasuh dengan nyanyian menggunakan bahasa daerah, sembari diikuti

Tayang:
Penulis: edijanuar | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/EDI JANUAR
Prosesi ritual adat meminta hujan di Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI  - Banyak cara dilakukan orang meminta turun hujan. Selain berdoa dengan menggelar Salat Istisqa, di Kerinci sejumlah warga melakukan ritual khusus menari sembari meletakkan mangkuk berisi sirih dan pinang di atas kepala.

Sebelum ritual, mereka harus berpuasa selama tiga hari

SEJAK Minggu (1/11) pagi, ribuan warga di Kecamatan Sulak Mukai, khususnya di Desa Mukai Tinggi dan Talang Tinggi, sudah mempersiapkan diri untuk menuju gua batu, yang berada empat kilometer dari permukiman warga.

Di sini, warga akan melaksanakan ritual meminta turun hujan.

Berbagai perlengkapan disiapkan.

Mulai buah dan pohon pisang, sirih, pinang, nasi lengkap dengan telur, dan tidak ketinggalan beraneka bunga serta perlengkapan lainnya.

Ritual itu merupakan tradisi adat masyarakat Kerinci. Bertujuan memohon kepada Tuhan agar segera diturunkan hujan.

Nuansa mistis mulai terasa di lokasi ritual, terlebih selama ritual dilaksanakan, diasuh dengan nyanyian menggunakan bahasa daerah, sembari diikuti gerakan menari.

Warga yang menyaksikan, terhanyut dalam ritual.

Tidak hanya kaum perempuan saja, namun beberapa orang kakek berbaju merah, akhirnya ikut menari.

Mangkuk berisi sirih dan pinang, diletakkan di atas kepala Sedangkan tangan dan kaki terus berlenggak-lenggok mengikuti irama gendang dan gamelan, tanpa takut mangkuk di kepala terjatuh.

Tokoh adat setempat, Idrus Salim mengatakan, acara kemarin memohon kepada Tuhan agar masyarakat di Kecamatan Sulak Mukai, khususnya di Desa Talang Tinggi dan Mukai Tinggi, terhindar dari bahaya.

Selanjutnya diberikan keberkahan serta diturunkan hujan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lokasi ritual adat kemarin, dilaksanakan di daerah gua batu.

Gua dimaksud dipercayai dalam sejarah, sebagai gua batu tempat pertama kali nenek moyang masuk ke Kerinci, dan mendirikan surau atau musala, untuk beribadah menurut kepercayaan masyarakat Desa Talang Tinggi dan Desa Mukai Tinggi saat itu.

Iktui cerita selengkapnya di Tribun Jambi edisi Senin 2 November 2015

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved