Newsmaker
5 Newsmakers: Dari Antasari hingga Fadli Zon
Dalam sepekan banyak peristiwa terjadi, banyak tokoh pembuat berita yang datang dan pergi.
Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI
Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu ikut campur soal suvenir topi yang ia terima dari bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut dia, KPK sebaiknya fokus pada upaya pemberantasan korupsi. Namun , akhirnya Fadli bersedia menyerahkan hadiah dari Trump. Selain topi, ada pula pemberian dasi bermotif garis-garis. Fadli menjelaskan, topi yang diberikan Trump tersebut berwarna putih dengan bordir tulisan "Make America Great Again".
Selain topi, ada pula pemberian dasi bermotif garis-garis. "Kira-kira harganya Rp 200.000," ucap Fadli. Padahal, menurut fadli, "Gratifikasi itu ada batasnya, kalau tak salah Rp 10 juta. Harga topi mana ada yang di atas Rp 10 juta.
Di Mangga Dua (Jakarta) paling Rp 50.000. Jadi, KPK jangan lebay ," ucapnya. Fadli malah mengusulkan ada museum gratifikasi.
Museum itu bisa menjadi tempat bagi KPK untuk memajang barang-barang sitaan yang dianggap sebagai gratifikasi. Nantinya, kata Fadli, topi dan dasi pemberian bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bisa dipajang di sana jika dianggap sebagai gratifikasi.
Barang-barang lainnya, seperti gitar Metallica, yang dihadiahkan kepada Presiden Jokowi, lanjut Fadli, juga bisa ikut dipajang di sana.