Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Newsmaker

5 Newsmakers: Dari Antasari hingga Fadli Zon

Dalam sepekan banyak peristiwa terjadi, banyak tokoh pembuat berita yang datang dan pergi.

Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - Dalam sepekan banyak peristiwa terjadi, banyak tokoh pembuat berita yang datang dan pergi.

Mungkin saja ada peristiwa lama yang muncul dengan tokoh baru, bisa juga peristiwa baru dengan tokoh lama.

Selama sepekan (14—18 September 2015) telah terjadi berbagai kemungkinan. Inilah lima newsmakers yang membuat kita tidak bisa berpaling dari mereka selama sepekan.

Antasari Azhar, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar tengah menjalani proses pembinaan atau asimilasi dengan bekerja di salah satu kantor notaris di Tangerang.

Namun, menurut Antasari, meski bisa beraktivitas seperti masyarakat awam untuk sementara waktu, dia menganggap proses pembinaan atau asimilasi lebih berat.

"Kalau dilihat, asimilasi lebih berat. Saya kalau di dalam (lapas) ada tamu datang, saya keluar, keluar tanpa beban. Di sini, keluar maksudnya baik, misalnya mau kontrol ke dokter, wartawan lihat nanti negative thinking, Antasari berkeliaran," kata Antasari di kantor notaris tempatnya bekerja (16/9).

Antasari melanjutkan, "Saya mau pas keluar nanti, lihat bagaimana perkembangan cucu saya. Punya cucu itu lebih bahaya dari punya anak, magnetnya luar biasa."

Menurut Antasari, jika ada tawaran untuk bergabung dari instansi mana saja, dia akan mempertimbangkan masak-masak. Namun, yang pasti dia merasa pas menjadi dosen setelah menyelesaikan masa tahanan.

Ali Wardhana, Mantan Menteri Keuangan

Menteri Keuangan era Orde Baru, Ali Wardhana, tutup usia pada Senin (14/9) pukul 15.30 WIB dalam usia 87 tahun.

Ali Wardhana pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama 15 tahun (1968-1983). Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan, Ali juga pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi, Industri, dan Pengawasan Pembangunan (1983-1988). Ia adalah salah satu sosok yang didengar sebagai penasihat ekonomi Soeharto.

Ali Wardhana bersama Menteri Keuangan kala itu, Radius Prawiro, juga pernah melakukan kebijakan mendevaluasi nilai rupiah terhadap dollar AS hingga 45%. Nilai tukar rupiah yang kala itu Rp 1.134 melemah menjadi Rp 1.644 per dollar AS.

Ali Wardhana lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 6 Mei 1928. Ia dikaruniai empat anak. Istrinya, Rendasih Ali Wardhana binti Sulaeman Sukantabrata atau Renny, meninggal di Jakarta pada 8 September 2000.

 Fahri Hamzah, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Nama Fahri Hamzah tidak diumumkan dalam daftar kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PKS untuk periode 2015-2020. PKS mengumumkan susunan kepengurusan baru dalam Musyawarah Nasional ke-4 PKS, Senin (14/9).

Meski demikian, Fahri disebut menjadi salah satu Majelis Pertimbangan Partai. Menanggapi itu, fahri sanai saja.

"Saya ada di mana-mana. Saya yakin mantaplah pada struktur pelaksana dari pengurus baru. PKS melakukan transformasi organisasi sempurna. Ketika banyak yang gagal, transformasi PKS terjadi sangat baik," ujar Fahri saat ditemui dalam Musyawarah Nasional ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat.

Fahri membantah adanya upaya membersihkan orang-orang dekat mantan Presiden PKS Anis Matta dalam perubahan pengurus partai tersebut.

Bahkan, Anis Matta sendiri ditunjuk menjadi Ketua Bidang Kerja Sama Internasional DPP PKS.

Salman bin Abdul Aziz Hafidzahullah, Raja Arab Saudi

Duka jatuhnya crane di Masjidil Haram telah mewarnai media. Berkati dengan itu, Raja Saudi Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah memerintahkan Pemerintah Arab Saudi untuk memberi bantuan kepada keluarga korban kecelakaan crane di Masjidil Haram. Tidak hanya korban yang meninggal dunia, tapi juga korban yang mengalami luka akibat insiden tersebut.Dikutip dari laman www.al-madina.com, Rabu (16/9), bantuan berupa uang tunai terdiri dari tiga bentuk.

Pertama, bantuan akan diberikan kepada setiap keluarga korban yang wafat dengan besaran SR 1.000.000 atau Rp 3,8 miliar. Kedua, bantuan diberikan kepada jemaah yang mengalami cacat seumur hidup sebesar SR 1.000.000 dan bantuan uang tunai untuk korban yang mengalami luka sebesar SR 500.000 atau Rp 1,9 miliar. Selain uang tunai,

Pemerintah Arab Saudi juga akan memberikan bantuan lainnya, yaitu menghajikan dua orang keluarga korban yang wafat di musim haji berikutnya. Atau musim haji 1437 Hijriah. Pemerintah Arab Saudi juga memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan haji di tahun berikutnya, khususnya bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji tahun ini.

Bagi keluarga korban yang akan mengunjungi sanak saudaranya yang masih dirawat di rumah sakit setempat, pemerintah Saudi akan memberikan visa kunjungan khusus, juga visa kepulangan ke negaranya.

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu ikut campur soal suvenir topi yang ia terima dari bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut dia, KPK sebaiknya fokus pada upaya pemberantasan korupsi. Namun , akhirnya Fadli bersedia menyerahkan hadiah dari Trump. Selain topi, ada pula pemberian dasi bermotif garis-garis. Fadli menjelaskan, topi yang diberikan Trump tersebut berwarna putih dengan bordir tulisan "Make America Great Again".

Selain topi, ada pula pemberian dasi bermotif garis-garis. "Kira-kira harganya Rp 200.000," ucap Fadli. Padahal, menurut fadli, "Gratifikasi itu ada batasnya, kalau tak salah Rp 10 juta. Harga topi mana ada yang di atas Rp 10 juta.

Di Mangga Dua (Jakarta) paling Rp 50.000. Jadi, KPK jangan lebay ," ucapnya. Fadli malah mengusulkan ada museum gratifikasi.

Museum itu bisa menjadi tempat bagi KPK untuk memajang barang-barang sitaan yang dianggap sebagai gratifikasi. Nantinya, kata Fadli, topi dan dasi pemberian bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bisa dipajang di sana jika dianggap sebagai gratifikasi.

Barang-barang lainnya, seperti gitar Metallica, yang dihadiahkan kepada Presiden Jokowi, lanjut Fadli, juga bisa ikut dipajang di sana.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved