Jambi Punya 297 Spesies Ikan
PENELITIAN tentang biodiversitas ikan air tawar di Sumatera bagian tengah seperti Jambi dan Riau sudah hampir seabad yang lalu dilakukan.
Penulis: qomaruddin | Editor: Fifi Suryani
NEWS ANALYSIS
Tedjo Sukmono
Dosen Geologi Universitas Jambi
Pengamat Lingkungan dan Perairan
TRIBUNJAMBI.COM - PENELITIAN tentang biodiversitas ikan air tawar di Sumatera bagian tengah seperti Jambi dan Riau sudah hampir seabad yang lalu dilakukan.
Provinsi di Sumatera dengan endemitas ikan tinggi berturut-turut Sumatera Barat (24,1%), Jambi (20,7%), Kepri (17,3%), Aceh (17,3%), dan Riau (15,5%).
Jambi merupakan provinsi dengan bentangan biotrop yang unik, 9 dari 11 daerah di Jambi merupakan DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari yang seolah-olah membelah Jambi menjadi bagian barat dan Timur.
Dengan 9 anak cabang sungai yang memiliki keanekaragaman jenis ikan air tawar yang tinggi. Keanekaragaman spesies ikan yang terdapat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari Jambi tercatat 297 spesies, yang 48 spesies di antaranya adalah catatan baru Jambi, dan 45 di antaranya merupakan catatan baru Sumatera, sekaligus menunjukkan lebih dari 50% jenis ikan yang ada di Sumatera dapat ditemukan di Batanghari Jambi.
Dibandingkan dengan keanekaragaman ikan di daerah lain yang memiliki sungai besar biodiversitas ikan, Sungai Batanghari Jambi masih tinggi.
Pada DAS Way Sekampung Lampung terdapat 128 jenis ikan dari 50 famili, Pada DAS Cimanuk Jabar terdapat 40 jenis ikan dari 20 family, DAS Bengawan Solo Jateng hanya 28 jenis yang masih tersisa.
Biodiversitas ikan Jambi yang tinggi juga ditunjukkan dengan keragaman pada jenis yang tinggi seperti hasil riset Sukmono 2007; terdapat sedikitnya 8 jenis ikan patin, antara lain; Juaro (Pangsius polynordon), Patin muncung (Helicophagus waandersi), Patin siam (Pangasius sutchi) dan patin djambal (Pangasius djambal). Terdapat 9 jenis ikan gabus (Snakeheads/ Channidae) antara lain Channa striata (gabus), Channa micropeltes (ikan toman), Channa lucius (ikan Bujuk), dan Channa pleuropthalmus (ikan serandang).
Ditemukan 12 spesies family Silururidae (lais) antara lain Kryptopterus limpok, Kryptopterus cryptopterus, Kryptopterus schilbeides, dan Ompok hypothalmus. Begitu juga dengan Bagridae (baung) sedikitnya 10 jenis, antara lain; Bagrichtysh hypselopterus, Bagrodes melapterus, Bagroides macacanthus, Mystus abreviatus dan Mystus wolfii.
DAS Sungai Batanghari juga merupakan habitat Ikan endemik langka seperti Botia merah (Botia macracantus) dan Arwana (Sclerepages formos). Keberadaan Ikan di Sungai Batanghari juga dapat berperan sebagai bioindikator pencemaran dan tingkat Antropogenik sungai, semakin sedikit kenaekargaman ikan menunjukkan kondisi sungai yang kurang baik, karea banyak jenis ikan yang tidak tahan terhadap pencemaran.
Tekanan terhadap Sungai Batanghari baik dari pencemaran, illegal lodging, ataupun deforestry perlu dikendalikan untuk mempertahankan kenaekaragaman ikan tersebut. Sungai semakin lebar (abrasi), namun sedimentasi dan pelumpuran semakin cepat sehingga menjadi lebih dangkal hal ini tentunya akan mengancam dan merusak habitat alami ikan asli Jambi.
Tekanan ini diperberat dengan maraknya penambangan emas tanpa Izin (PETI) dan galian C (pasir, kerikil), namun demikian upaya pengerukan Sungai Batanghari juga perlu dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek termasuk biodiversitas ikan.