Istri Pertama Kesal Jarang Diberi Nafkah, Siram Suami dengan Air Panas Hingga Tewas Saat Tidur

Pembunuhan itu terjadi karena Aminah cemburu atas tindakan suaminya Bahtiar yang menikah lagi alias poligami tanpa sepengetahuannya.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Poligami Berujung Maut di Jeneponto, Istri Siram Suami Pakai Air Panas hingga Melepuh dan Tewas 

Istri Pertama Kesal karena Jarang Diberi Nafkah, Siram Air Panas Hingga Tewas ke Suami Saat Tidur

TRIBUNJAMBI.COM - Aminah (30) tega menyiram air panas ke tubuh suaminya Bahtiar (28) hingga melepuh dan tewas.

Pembunuhan itu terjadi karena Aminah cemburu atas tindakan suaminya Bahtiar yang menikah lagi alias poligami tanpa sepengetahuannya.

Kasus poligami berujung maut tersebut terjadi di Kampung Paranga, Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada pekan lalu.

Peristiwa itu dibenarkan Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul pekan lalu.

Berikut 5 fakta istri siram suami pakai air panas hingga melepuh dan tewas selengkapnya: 

Baca: Tonton Live Streaming Bola Pra Musim 2019 Barcelona vs Chelsea Siaran Langsung Mola TV 23 Juli 2019

Baca: Cerita Tessy Terakhir Bertemu dengan Nunung Srimulat Sebelum Terjerat Kasus Narkoba Menimpa Rekannya

1. Kronologis Kejadian

AKP Sahrul menjelaskan korban disiram air panas oleh istrinya saat sedang tidur di rumahnya di kampung Paranga.

“Pada hari Sabtu (13/7/2019) lalu, korban Bahtiar sedang tidur, lalu pelaku yang tak lain istrinya sendiri memasak air panas dan menyiramkan ke arah tubuh korban,” kata AKP Syahrul.

 

Akibatnya korban mengalami kulit melepuh hampir sekujur tubuh terutama pada bagian dada dan perut.

2. Sempat Dirawat di Rumah Sakit

AKP Sahrul menambahkan korban sempat mendapat perawatan di RSUD Takalar.

“Setelah kejadian tersebut korban dibawa oleh keluarga pelaku ke rumah sakit umum Padjonga Dg Ngalle Takalar untuk mendapatkan perawatan,” tutur Mantan Kapolsek Tamalatea itu.

“Namun tidak ada perubahan sehingga keluarga korban memutuskan untuk dilakukan pengobatan tradisional hingga akhirnya meninggal dunia," jelasnya menambahkan.

Jenazah pria yang bekerja sebagai sopir angkot di Makassar itu dimakamkan di rumah saudaranya di Kampung Beru, Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jeneponto.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved