Istri Pertama Kesal Jarang Diberi Nafkah, Siram Suami dengan Air Panas Hingga Tewas Saat Tidur

Pembunuhan itu terjadi karena Aminah cemburu atas tindakan suaminya Bahtiar yang menikah lagi alias poligami tanpa sepengetahuannya.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Poligami Berujung Maut di Jeneponto, Istri Siram Suami Pakai Air Panas hingga Melepuh dan Tewas 

Sedangkan istri korban Aminah (30) yang juga pelaku telah diamankan pihak kepolisian dan dalam penanganan perkara ke Sat Reskrim Polres Jeneponto.

Kapolsek Bangkala Iptu Bahtiar mendatangi rumah korban di Kampung Beru, Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jeneponto. Seorang wanita bernama Aminah (30)  tega menyiram air panas ke tubuh suaminya sendiri hingga melepuh dan tewas.
Kapolsek Bangkala Iptu Bahtiar mendatangi rumah korban di Kampung Beru, Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Jeneponto. Seorang wanita bernama Aminah (30) tega menyiram air panas ke tubuh suaminya sendiri hingga melepuh dan tewas. (Humas Polres Jeneponto)

3. Tak Ada Niat Membunuh

Kesedihan Aminah (30) pelaku penyiraman air panas kepada suaminya sendiri Bahtiar (28) tak dapat disembunyikan.

Ibu tiga orang anak itu tak henti meneteskan air mata saat diperiksa unit PPA Polres Jeneponto, Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Sabtu (20/7/2019) siang.

Di hadapan penyidik wanita 30 tahun itu mengaku aksinya spontan dan tak ada niat membunuh suami.

“Awalnya saya sedang masak air untuk minum, dan dimasukkan kedalam ember," kata Aminah.

"Saat saya angkat ini air, amarah campur sakit hati muncul dan gelap mata langsung menumpahkan air tersebut ketubuh suami saya sendiri yang masih tidur," jelasnya menambahkan.

Baca: Akun Instagram Inul Daratista Dihack, Namanya Berubah, Bagaimana Nasib 8,7 Juta Followernya?

4. Pelaku Minta Tolong Tetangga

Usai menumpahkan air ke tubuh suaminya, dia lantas lari dan minta tolong ke tetangga.

Korban yang menderita luka akibat air panas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Dg Ngalle, Kabupaten Takalar.

“Keluarga saya sendiri yang bawa korban ke rumah sakit, namun keluarga suami saya minta korban untuk dikeluarkan dengan alasan ada pengobatan tradisional,” ujarnya.

“Disitulah luka suami saya semakin parah hingga tewas, padahal keluarga saya bilang kasi dirumah sakitmi soal biaya nanti saya tanggung semua,” katanya menambahkan.

Kerabat korban berdatangan untuk melayat di rumah korban di Kampung Paranga, Desa Kapita, Kecamatan Bangkala Jeneponto.
Kerabat korban berdatangan untuk melayat di rumah korban di Kampung Paranga, Desa Kapita, Kecamatan Bangkala Jeneponto. (Ikbal/Tribun Jeneponto)

5. Mengaku Kecewa dan Menyesal

Pelaku yang sudah 12 tahun menjalin rumah tangga dengan korban ini juga mengaku kecewa.

Semenjak kenalan dan diketahui menikah dengan perempuan MS yang tinggal di Kota Makassar, Bahtiar sudah jarang memberi nafkah untuk Ia dan anaknya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved