USAI Dicekoki Obat Anti Mabuk, Siswi SMP Diperkosa 5 Orang: Empat Pelaku di Bawah Umur
TRIBUNJAMBI.COM - Lima orang remaja dan 4 di antaranya masih di bawah umur diduga memperkosa
TRIBUNJAMBI.COM - Lima orang remaja dan satu di antaranya masih di bawah umur diduga memperkosa seorang siswi SMP berinsial T (14) asal Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Dede Iskandar membenarkan informasi tersebut.
Saat ini, kata Dede, kelima pelaku pemerkosa sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditangkap.
"Jadi itu, korbannya satu orang, diperkosa sama lima orang.
Baca: BPBD Jambi Belum Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutlah, Ini Alasannya
Baca: 115 Paket Proyek Senilai 168 Miliar di Batanghari Selesai Tender
Kelima pelaku sudah diamankan, identitasnya dirahasiakan ya," ujar Dede, saat dihubungi Kompas.com (jaringan Tribun Bali), Rabu (3/7/2019).
Dede menuturkan, kronologis kejadiannya, sebelum diperkosa secara bergiliran, korban dicekoki obat anti mabuk yang bebas dijual di pasaran hingga mabuk dan terlelap.
Setelah tidak sadarkan diri, korban kemudian diperkosa secara bergiliran.
Baca: Anak Bakar Ibu Tiri Hingga Tewas di Asahan, Pelaku Didatangi Lewat Mimpi dan Diminta Minta Maaf
Baca: SETELAH Dikabarkan Sakit Parah, Begini Penampakan Foto Terbaru Jet Li: Tampil Bersama Bos Ali Baba
Kejadian tersebut terjadi di wilayah Tanjungmedar pada Sabtu (29/6/2019).
"Laporannya diterima Unit Perindungan Perempuan dan Anak (PPA) kemarin.
Setelah menerima informasi seluruh pelaku sudah kami tangkap," kata dia.
Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, mengatakan bahwa saat ini korban sudah kembali ke rumahnya di Kecamatan Tanjungkerta, setelah beberapa hari lalu dimintai keterangan oleh unit PPA Satreskrim Polres Sumedang.
Baca: Target Curi Poin di Kandang Persija, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Albers Bawa 20 Pemain!
Baca: BPBD Jambi Belum Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutlah, Ini Alasannya
"Sekarang korban dalam kondisi baik dan sudah bersama keluarganya lagi," kata Hartoyo melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2019).
Hartoyo mengatakan, saat ini korban mendapatkan pendampingan dari PPA Satreskrim Polres Sumedang dengan dibantu oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang, untuk proses trauma healing.
Baca: Mulai 11 Juli Citilink dan Lion Air Berikan Diskon 50% untuk 11.626 Kursi, Simak Jadwalnya
Baca: Bandung, Bocah SAD yang Menderita Kelainan Jantung itu Akhirnya Sembuh
"Korban sempat trauma saat awal-awal kejadian," kata Hartoyo.
Dari hasil penyelidikan, Polres Sumedang mendapati bahwa dari lima tersangka, empat di antaranya adalah anak di bawah umur.