Anak Bakar Ibu Tiri Hingga Tewas di Asahan, Pelaku Didatangi Lewat Mimpi dan Diminta Minta Maaf
Jumasri alias Jum, tersangka kasus pembakaran terhadap ibu tiri dihadirkan langsung oleh petugas Sat Reskrim Polres Asahan
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang anak tega membakar ibu tiri hingga meninggal dunia setelah sebelumnya cekcok.
Kejadian anak bakar ibu tiri terjadi di Asahan, Sumatera Utara dipicu sakit hati pelaku.
Menariknya korban mengaku didatangi lewat mimpi oleh korban dan diminta Minta maaf.
Jumasri alias Jum, tersangka kasus pembakaran terhadap ibu tiri dihadirkan langsung oleh petugas Sat Reskrim Polres Asahan dalam kegiatan pra-rekonstruksi
Pra-rekonstruksi yang dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) lokasi Waginem alias Inem diketahui mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya akibat dibakar tersangka, membuat Jumasri yang duduk di kursi roda harus bertemu langsung dengan para tetangga.
Jumasri beberapa kali sempat melontarkan permintaan maaf kepada warga yang ia kenali di TKP.
Baca: SETELAH Dikabarkan Sakit Parah, Begini Penampakan Foto Terbaru Jet Li: Tampil Bersama Bos Ali Baba
Baca: Target Curi Poin di Kandang Persija, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Albers Bawa 20 Pemain!
Baca: Mulai 11 Juli Citilink dan Lion Air Berikan Diskon 50% untuk 11.626 Kursi, Simak Jadwalnya
Ia mengaku dalam mimpi tersebut diminta korban untuk meminta pengampunan kepada sang pencipta.
"Aku menyesal. Sempat dimimpikan, didatangi supaya minta ampun," ungkapnya.
Jumasri nekat membakar Waginem alias Inem dengan terlebih dahulu menyiramkan bensin ke arah korban, karena sakit hati ayahnya kandungnya bernama, Suparman dihina oleh ibu tirinya.
Setelah korban sekujur tubuh korban terbakar, tersangka lantas melarikan diri.
Diketahui ia dan ibu tirinya sering terlibat cekcok.
"Pagi itu, mamak marah-marah sama ku. Bapak kau lama kali pulang, macam anjing katanya. Ku bilang, sabar lah mak, kok dimaki pulak bapak ku. Dijawabnya, oalah sama aja kau kayak anjing. Karena memang udah ada niat, ku siram dia dua kali pakai bensin, ku lihat dekat situ ada kayu, ku bakar, baru kayu itu ku lempar kan ke mamak. Habis itu aku lari," cerita tersangka.
Sementara itu, pra-rekonstruksi kasus pembakaran ini berlangsung sebanyak 17 adegan di TKP, Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulau Bandring, Asahan.
Baca: Bandung, Bocah SAD yang Menderita Kelainan Jantung itu Akhirnya Sembuh
Baca: Daftar Menteri Yang Mendapat Teguran Presiden Jokowi Saat Rapat Kabinet Paripurna!
Baca: Daftar Menteri Yang Mendapat Teguran Presiden Jokowi Saat Rapat Kabinet Paripurna!
Pembunuhan ini berawal ketika warga Jalan Mawar mendengar jeritan seorang perempuan yang belakangan diketahui adalah Saminem.
Sumber suara ternyata berada di teras rumah Suparman dan warga melihat Saminem atau Inem (50) dalam kondisi terbakar hebat hingga dipenuhi asap.