Andai Hidung Cleopatra Lebih Mancung, Jalannya Sejarah Mungkin akan Berbeda
Kecantikan paras yang masih dapat dilihat pada tubuh yang dibalsem (mumi) 2.000 tahun yang lalu itu, menggoncangkan Caesar, kemudian Antonius.
Andai Hidung Cleopatra Lebih Mancung, Jalannya Sejarah Mungkin akan Berbeda
TRIBUNJAMBI.COM – Sekitar tahun 50 sebelum Masehi jajahan Republik Roma meliputi tanah-tanah yang sekarang kita kenal dengan nama Spanyol, Prancis, Swiss, Italia, Yugoslavia, Yunani serta sebagian dari daerah Balkan, Asia Kecil, dan pantai Utara Afrika.
Struktur pemerintahan lama gaya demokrasi dengan senat yang karena jumlahnya kurang cekatan itu, ternyata tidak sesuai lagi dengan situasi baru.
Republik Roma tidak dapat mengendalikan kemudi negara.
Baca: Sinopsis Drama Korea The Secret Life of My Secretary Episode 2, Do Min Ik Lihat Wajah Berubah-ubah
Baca: Daftar Film Bioskop Tayang Juli 2019, Selain Spider Man: Far From Home ini 6 Lainnya
Baca: Pria di Tulungagung Murka Istri Hamil Dengan Selingkuhan, Sempat Dimaafkan Tapi Selingkuh Lagi!
Kepribadian-kepribadian kuat tampil kedepan, saling bersaingan mencoba mengambil oper pucuk pimpinan atau berusaha merubah struktur pemerintahan.
Mereka ini antara lain: tritunggal I (tahun 60) terdiri dari Caesar Pompelus dan Crassus; kemudian tritunggal II (tahun 43) : Antonius, Octavianus, dan Lepidus.
Diantara lelaki-lelaki yang memperebutkan kekuasaan dalam negara raksasa Romawi itu, tiba-tiba muncul seorang wanita yang “kecantikannya dapat membangkitkan mayat dari kubur": Cleopatra, ratu Mesir.
Kecantikan paras yang masih dapat dilihat pada tubuh yang dibalsem (mumi) 2.000 tahun yang lalu itu, menggoncangkan Caesar, kemudian Antonius. Cleopatra juga berwatak.
Karena pengaruhnya “hampir” Roma dari Kaisar Agustus (alias Octavianus) mati tercekam sebelum lahir.
Baca: VIDEO: Viral Wanita Ngamuk Bawa Anjing Masuk Masjid, Terika-teriak Cari Sosok Ini, Fakta Sebenarnya
Baca: Dokter Spesialis di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi Mogok Kerja, Permasalahkan Insentif yang Tak Cair
Berikut ini kisah Cleopatra menurut seorang ahli sejarahn Prancis, seperti dimuat di Majalah Intisari edisi Agustus 1964.
Tahun 48 sebelum Masehi. Telah beberapa hari Julius Caesar menduduki kota Alexandria.
Pada suatu malam datang seorang lelaki menghadap jenderal Roma itu, dengan memikul gulungan permadani.
Sampai di hadapan Caesar permadani ia letakkan di tanah. Tali yang mengikat gulungan dipotong.
Maka muncullah di depan mata Caesar wanita umur duapuluhan tahun dari permadani : molek, ramping, bermata biru, hidung mancung, kulit putih, rambut terurai,
“Saya Cleopatra", katanya sambil tersenyum.